Polbangtan Malang Kawal Tanam Serempak CSR di Kalteng, Tembus 4.105 Hektare
Gerakan tanam serempak CSR di Kalimantan Tengah capai 4.105 hektare, jadi kontributor besar percepatan produksi pangan nasional di 17 provinsi.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
PALANGKARAYA – Gerakan Tanam Serempak pada lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) terus digencarkan oleh Kementerian Pertanian sebagai bagian dari percepatan tanam nasional. Salah satu titik strategis pelaksanaan berada di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, yang berada dalam pengawalan Politeknik Pembangunan Pertanian Malang bersama BBPP Ketindan dan SMK PP Banjarbaru sebagai penanggung jawab Brigade Pangan wilayah Kalimantan Tengah.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional yang dipusatkan di Kalimantan Selatan dan dilaksanakan serentak di 17 provinsi, dengan kehadiran Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti mewakili Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Pelaksanaan tanam serempak di Kalteng difokuskan di 4 (empat) lokasi pengembangan lahan CSR yaitu Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Seruyan dengan total realisasi tanam mencapai 4.105,63 hektare, menjadikannya salah satu kontributor terbesar dalam capaian nasional hari ini.
*Direktur Polbangtan Malang menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara seluruh elemen Kementan, penyuluh, petani, pemerintah daerah, serta Brigade Pangan di lapangan.
“Kita semua berkomitmen penuh dalam mengawal percepatan tanam di Kalimantan Tengah. Capaian 4.105,63 hektare hari ini menunjukkan bahwa sinergi antara penyuluh, BRMP, Dinas Pertanian, Brigade Pangan dan petani berjalan optimal. Kami terus mendorong agar seluruh lahan yang telah dicetak dapat segera ditanami sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan nasional,” ujarnya.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pelaksanaan tanam serempak ini menjadi langkah konkret dalam menjaga momentum produksi nasional di tengah tantangan iklim.
“Kita pastikan tanam berjalan serentak di berbagai wilayah. Ini langkah nyata untuk menjaga produksi tetap stabil dan memastikan kebutuhan pangan nasional aman,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pengawalan di lapangan sebagai kunci keberhasilan.
“Target kita bukan hanya membuka lahan, tetapi memastikan lahan tersebut benar-benar tertanami. Dari total sekitar 54 ribu hektare lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang sudah terolah bersama pemerintah daerah, seluruhnya harus segera ditanami agar dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produksi pangan nasional," ujarnya.
Di berharap percepatan tanam harus terus dijaga, dengan capaian minimal 1.000 hektare per hari, sehingga dalam waktu dekat seluruh lahan CSR dapat tertanam.
"Kunci di lapangan adalah pengawalan penyuluh dan kesiapan petani untuk langsung menanam tanpa menunggu kondisi sempurna, sementara kendala teknis diselesaikan secara paralel,” kata dia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


