Advertisement
Indonesia Positif

Peredaran Narkoba Sudah Ikuti Tren Zaman, Peran Ayah Mesti Menjadi Pelindung Utama

Peredaran narkotika di Kota Bontang kini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dengan menyasar generasi muda melalui modus operandi yang semakin terselubung dan canggih.

TIMES Indonesia,
Peredaran Narkoba Sudah Ikuti Tren Zaman, Peran Ayah Mesti Menjadi Pelindung Utama
Pemusnahan barang bukti di Kejari Bontang (Foto: Kusnadi/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BONTANG Peredaran narkotika di Kota Bontang kini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dengan menyasar generasi muda melalui modus operandi yang semakin terselubung dan canggih. 

Hingga April 2026, pihak kepolisian dan BNN Kota Bontang terus mengungkap berbagai kasus yang melibatkan pelajar dan pemuda, mulai dari penggunaan hingga peran sebagai kurir.

Advertisement

Modus Operandi "Jejak" dan Kamuflase Produk para pengedar kini jarang bertemu langsung dengan pembeli untuk menghindari deteksi aparat. Modus yang dominan digunakan meliputi sistem Jejak (Drop Point). 

Transaksi dilakukan tanpa pertemuan fisik. Penjual menaruh narkoba di lokasi tertentu yang kemudian diambil oleh pembeli setelah pembayaran. 

Kapolres Bontang, Widho Andiani, menegaskan pihaknya setiap saat melakukan pendalaman dan pengkajian atas temuan temuan kasus. Pihaknya tidak tinggal diam menghadapi perkembangan tersebut.

“Kami terus mengumpulkan informasi. Modus yang muncul di luar daerah kami pelajari, sehingga jika terjadi di Bontang, kami sudah siap,” ujarnya

Lebih dari itu kini narkoba mampu disamarkan dalam bentuk produk sehari-hari yang akrab dengan gaya hidup anak muda, seperti vape (rokok elektrik) dan permen hingga modus penyisipan sabu di dalam bungkus kopi.

Advertisement

“Ini seperti kejar-kejaran. Mereka selalu mencari cara baru, kami pun harus selangkah lebih maju,” ucap Kapolres Widho.

Sementara data terbaru menunjukkan keterlibatan anak di bawah umur sebagai korban maupun kaki tangan bandar cukup tinggi.

Tercatat kasus remaja putri berusia 14 tahun yang terjerat sabu, dimana kasusnya terungkap setelah ia nekat mencuri barang di rumah sendiri demi mendapatkan narkoba. Satu kasus ini  contoh dari banyaknya kasus secara nasional betapa bahayanya narkoba sudah masuk dalam ruang keluarga yaitu anak.

BNN Bontang mencatat isu kurangnya peran ayah (fatherless) dan rasa ingin tahu yang labil menjadi faktor utama pelajar mudah terayu mencoba narkoba.

Lulyana Ramdhani mengatakan peran orang tua dibutuhkan lebih rinci dan awas dalam setiap gerak anak.

BNN menekankan slogan "Ayah Kuat, Ibu Hebat, Keluarga Bahagia" sebagai pilar utama dalam menciptakan generasi bebas narkoba. Sosok ayah dinilai harus menjadi pelindung utama yang mencegah pengaruh zat terlarang masuk ke lingkungan keluarga.

“Kami mendorong agar beban mendidik anak tidak semata bertumpu pada ibu, melainkan memerlukan keterlibatan aktif ayah untuk memberikan bimbingan moral dan pengawasan yang konsisten,”terang Kepala BNN Bontang Jumat, (10/04/2026)

Sebelumnya dalam kegiatan pemusnahan barang bukti di halaman kantor Kejari Bontang Rabu lalu, terbanyak barang bukti narkoba jenis sabu sebesar 274,42 gram dari 33 perkara yang berhasil dimusnahkan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bontang, Beni Putra mengatakan bahwa dominasi kasus narkotika dalam pemusnahan kali ini menjadi penanda bahwa peredaran narkotika di kota Bontang masih menjadi ancaman serius bagi khalayak.

“Ini menunjukkan bahwa narkotika masih menjadi perkara yang paling banyak kami tangani. Karena itu, penindakan dan pencegahan harus berjalan beriringan,” ucap Kajari Bontang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Kusnadi
PenulisKusnadiSarjana Ekonomi Universitas Muslim Indonesia (1997). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 Meliput berbagai topik dan isu termasuk politik, hukum, umkm,ekonomi kreatif, wisata, olahraga hingga seni dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia