Advertisement
Indonesia Positif

Laboratorium Suara Ibu Pertiwi Rilis Dua Karya Perdana, Warnai Skena Musik dan Pendidikan di Malang

LSIP merilis dua karya musik perdana sebagai arsip pembelajaran seni suara berbasis Kurikulum Merdeka, direkam di MCC Malang dan kini tersedia di platform digital.

TIMES Indonesia,
Laboratorium Suara Ibu Pertiwi Rilis Dua Karya Perdana, Warnai Skena Musik dan Pendidikan di Malang
LSIP merilis dua karya musik perdana sebagai arsip pembelajaran seni suara berbasis Kurikulum Merdeka. Karya ini bisa didengarkan di platform digital.
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Laboratorium Suara Ibu Pertiwi (LSIP) merilis dua karya musik perdana pada awal April 2026 sebagai bagian dari dokumentasi pembelajaran seni suara berbasis Kurikulum Merdeka. Rilisan ini diproduksi di Studio Musik dan Recording Malang Creative Center (MCC) oleh Muhammad Rizal, sekaligus menandai komitmen LSIP dalam membangun karakter musikal melalui metode pembelajaran “nyantrik”.

Karya pertama berjudul “Menikah” dengan durasi 3 menit 17 detik, dirilis pada 6 April 2026. Lagu ini ditulis oleh Kartika Dyah Ratnaning Pratiwi (Kartiw) dan diaransemen secara akustik oleh Rayuan Suara. “Menikah” mengangkat tema perjalanan emosional dari keraguan menuju keyakinan dalam mengambil keputusan pernikahan.

Advertisement

“Saya menulis ‘Menikah’ sebagai catatan tentang harap dan keberanian. Semoga lagu ini bisa menjadi teman bagi mereka yang sedang menimbang langkah besar dalam hidup,” ujar Kartiw.

Sementara itu, karya kedua berjudul “Tragic Nostalgic” berdurasi 3 menit 35 detik dirilis pada 9 April 2026. Karya instrumental ini dibawakan secara live oleh band Strangers yang berasal dari komunitas Ngeband with Strangers. Lagu ini menangkap spontanitas dan kekuatan interaksi antarmusisi lokal dalam satu sesi pertunjukan.

Ketua komunitas, Putri L, menyebut karya tersebut menghadirkan nuansa reflektif. “Ada sensasi menenangkan yang mengingatkan pada masa lalu, sekaligus memberi harapan untuk masa depan,” ujarnya.

LSIP menegaskan, peluncuran dua karya ini tidak semata sebagai publikasi musikal, melainkan bagian dari upaya mendokumentasikan proses dan hasil pembelajaran seni suara dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Dokumentasi tersebut diharapkan dapat menjadi arsip yang mudah diakses serta referensi praktis bagi pendidik, peneliti, dan praktisi seni.

“Katalog ini menjadi langkah awal kami dalam mendokumentasikan pembelajaran seni sekaligus memberi ruang bagi karya suara peserta didik,” ujar perwakilan LSIP.

Advertisement

Kedua karya tersebut kini telah tersedia di berbagai platform musik digital, seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. (*)

Pewarta: Muhammad Rizky Azzumar, Rainfall Akbar Ferdinand, M Syamsul Hadi

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia