Akselerasi Eliminasi TBC, Dinkes Probolinggo Gunakan Armada Mobile X-Ray
Dinkes Kabupaten Probolinggo hadirkan armada Mobile X-Ray di Desa Bulu untuk skrining TBC gratis. Jemput bola demi target eliminasi TBC dan percepatan deteksi dini warga.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Probolinggo – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Jatim, terus berinovasi dalam memutus rantai penularan Tuberkulosis (TBC). Kali ini, melalui program Active Case Finding (ACF), Dinkes memboyong armada Mobile X-Ray langsung ke tengah masyarakat di Kantor Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan.
Penggunaan armada ACF Mobile X-Ray menjadi "bintang utama" dalam kegiatan ini. Teknologi ini memungkinkan petugas medis melakukan skrining paru-paru secara real-time di lokasi. Warga tidak perlu lagi menunggu berhari-hari atau pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi paru-paru mereka; hasil rontgen dapat langsung dianalisis oleh tim ahli di tempat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr. Hariawan menegaskan, penggunaan unit Mobile X-Ray ini merupakan strategi krusial dalam mengejar target eliminasi TBC di wilayahnya.

"Kami tidak lagi menunggu bola, tapi menjemput bola. Dengan armada Mobile X-Ray ini, kami ingin memastikan tidak ada kasus TBC yang tersembunyi di masyarakat. Semakin cepat kita temukan melalui rontgen ini, semakin cepat pengobatan dilakukan, dan semakin kecil risiko penularan di lingkungan keluarga," ujarnya.
Ia juga menambahkan, kegiatan di Desa Bulu ini merupakan bagian dari rangkaian pemetaan wilayah zona merah TBC. "Target kita adalah menemukan kasus sebanyak-banyaknya untuk diobati sampai sembuh, bukan untuk ditakuti. Pelayanan ini sepenuhnya gratis bagi masyarakat," imbuhnya.
Sejak pagi, puluhan warga sudah memadati area pendaftaran di Kantor Desa Bulu. Prosedur yang ringkas—mulai dari skrining gejala hingga tindakan foto toraks di dalam bus khusus—membuat warga merasa terbantu.
Dengan adanya teknologi ACF Mobile X-Ray ini, Dinkes Kabupaten Probolinggo berharap angka loss to follow up (pasien yang tidak melanjutkan pemeriksaan) dapat ditekan secara signifikan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan paru-paru. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


