Advertisement
Indonesia Positif

Dosen UKWK Ikut Bentuk Karakter Siswa Lewat Latihan  Cipta Puisi di SMP Bina Budi Mulia

Upaya membentuk karakter siswa melalui kegiatan literasi terus dilakukan SMP Bina Budi Mulia Malang. Kali ini, peserta ekstrakurikuler Jurnalistik

TIMES Indonesia,
Dosen UKWK Ikut Bentuk Karakter Siswa Lewat Latihan  Cipta Puisi di SMP Bina Budi Mulia
Agus Indradi Dosen Universitas Katolik Widya Karya Malang saat memberikan pelatihan jurnalistik kepada Siswa Lewat Latihan Cipta Puisi di SMP Bina Budi Mulia. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Upaya membentuk karakter siswa melalui kegiatan literasi terus dilakukan SMP Bina Budi Mulia Malang. Kali ini, peserta ekstrakurikuler Jurnalistik kelas 7, 8, dan 9 menggelar pelatihan menulis  puisi pada Jumat, 17 April 2026, bertempat di kegiatan bersama lantai 4 sekolah setempat.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dosen Unika Widya Karya Malang, Dr. Agustinus Indradi, M.Pd.  yang akrab disapa Pak Agus. Pelatihan berlangsung dengan suasana hangat dan interaktif, diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh pembina ekskul, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan narasumber.

Advertisement

Agus menjelaskan bahwa menulis puisi bukanlah hal yang sulit jika mau memulai dengan meningkatkan kepekaan rasa dan ketajaman imajinasi.  Ia menguraikan tiga langkah sederhana dalam mencipta puisi, yaitu (1) menuliskan  perasaan yang sedang dirasakan, (2) menggambarkan atau melukiskannya, antara lain dengan menggunakan kata “ bagai” atau “seperti”, dan (3) menggembangkan menjadi puisi yang utuh.

“Puisi itu bukanlah selalu sesuatu yang luar biasa. Bisa saja hanya hal-hal yang biasa, tetapi diungkapkan dengan rasa yang luar biasa. Itulah puisi”. ungkap pak Agus.

Cara lain yang ditawarkan oleh beliau adalah membuat puisi itu juga bisa ketika melihat sebuah objek kemudian kita membandingkan dengan diri sendiri atau situasi saat ini. Waktu itu dicontohkan gambar pohon cemara yang berjajar. Dari peristiwa tersebut bisa mengingatkan akan bentuk telapak tangan yang mengatup. 

“Pohon pinus berjajar - seolah mengejekku- karna tlah begitu lama - telapak tangan ini  mengatup mohon ampunan-Mu” begitu pak Agus memberi contoh pengembangan puisi bersumber dari sebuah objek.

belajar

Pada kesempatan tersebut setiap peserta juga diajak praktik langsung  praktik membuat puisi dari kedua metode yang ditawarkan untuk kemudian dibacakan di depan teman yang lain.  Dari apa yang dituliskan oleh para peserta, tampak sekali bahwa kemampuan menulis mereka sudah mulai terbangun dan perlu terus diasah.

 Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan menulis, tetapi juga membangun kepekaan, empati, dan keberanian siswa dalam mengekspresikan diri melalui cipta puisi sekaligus membacakannya.

Kepala Sekolah SMP Bina Budi Mulia, Edy Sugiarto Trisno, S.E., M.H. yang akrab disapa Pak Edy, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

“Melalui kegiatan cipta dan baca puisi, siswa belajar mengolah rasa, berpikir kreatif, serta berani tampil. Inilah bagian penting dalam pembentukan karakter yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan hati dan nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pak Agus menegaskan bahwa puisi adalah sarana pendidikan karakter yang efektif.
“Puisi melatih kejujuran perasaan, kepekaan terhadap lingkungan, dan kemampuan berbahasa. Jika terus dilatih, siswa tidak hanya menjadi penulis yang baik, tetapi juga pribadi yang reflektif dan berempati,” tuturnya.

Adapun Pembina Ekskul Jurnalistik, AMZ Supardono, yang akrab dipanggil Pak Dono, juga menekankan pentingnya kegiatan ini bagi siswa karena Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi siswa untuk mengekspresikan diri.

 Harapannya, melalui puisi, mereka tidak hanya terampil menulis, tetapi juga mampu membangun karakter positif dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Pelatihan ini menjadi salah satu langkah nyata sekolah dalam mengembangkan literasi sekaligus membentuk karakter siswa melalui pendekatan kreatif dan humanis.

" Dengan semangat berkarya, para peserta diharapkan semakin percaya diri dan mampu menyuarakan gagasan serta perasaan mereka melalui puisi, "pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

D
PenulisDr. Agustinus Indradi Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia