Advertisement
Indonesia Positif

Kementerian PKP–Pemkot Tangerang Dorong Rumah Modular untuk Program 3 Juta Rumah

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Pemerintah Kota Tangerang mendukung pengembangan rumah modular sebagai solusi percepatan penyediaan hunian layak bagi masyarakat.

TIMES Indonesia,
Kementerian PKP–Pemkot Tangerang Dorong Rumah Modular untuk Program 3 Juta Rumah
Kementerian PKP dan Pemerintah Kota Tangerang mendukung pengembangan rumah modular. (FOTO: Istimewa)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

TANGERANG Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Pemerintah Kota Tangerang mendukung pengembangan rumah modular sebagai solusi percepatan penyediaan hunian layak bagi masyarakat.

Dukungan tersebut ditandai dengan soft launching rumah modular tipe 27 meter persegi di Rumah Budaya Betawi, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Inovasi ini diarahkan untuk mendukung program pembangunan tiga juta rumah serta penyediaan hunian bagi korban bencana.

Advertisement

Peluncuran dihadiri Direktur Penyiapan Lahan dan PSU Kementerian PKP Indra Gunawan, Staf Ahli Wakil Menteri PKP Endy J. Kurniawan, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan, CEO G Songuo Tim Shin, serta delegasi.

Direktur Penyiapan Lahan dan PSU Kementerian PKP, Indra Gunawan mengatakan kebutuhan hunian nasional saat ini masih sangat tinggi, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan kebutuhan pemulihan pascabencana.

“Potensi rumah modular sangat besar karena proses konstruksinya cepat. Unitnya tinggal dirakit di lokasi sehingga efisien waktu,” ujar Indra, Sabtu (18/4/16)

Ia menambahkan, rumah modular diharapkan memiliki daya tahan hingga 50 tahun serta tahan terhadap kondisi lembap yang umum di Indonesia. Selain itu, konsep ini dinilai mampu mendukung penataan kawasan kumuh dan dikembangkan menjadi hunian vertikal hingga empat lantai.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mengadopsi inovasi tersebut dalam program bedah rumah.

Advertisement

“Hingga saat ini, Pemerintah Kota Tangerang telah melakukan bedah rumah sebanyak 10.893 unit. Rumah modular bisa menjadi salah satu opsi untuk mempercepat program tersebut,” kata Maryono.

Direktur PT Songsong Indonesia Emas, Ricky A. D., mengatakan teknologi rumah modular telah digunakan di berbagai negara dan kini mulai diperkenalkan di Indonesia melalui kerja sama dengan perusahaan G Songuo di Shandong, Tiongkok.

“Pemasangannya relatif cepat, sekitar tiga hari per unit. Struktur bangunannya kokoh, tahan gempa, memiliki ketahanan terhadap tekanan udara, bersifat insulator sehingga lebih sejuk, serta dilengkapi fitur tahan api dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, rumah modular tipe 27 meter persegi ditawarkan dengan skema harga yang relatif terjangkau, dengan berbagai pilihan tipe dan model sesuai kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran rumah modular ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintahan Prabowo Subianto, dengan fokus pada penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Salah seorang warga yang hadir, Ilham, mengaku terkesan dengan konsep hunian tersebut.

“Rasanya seperti apartemen premium, nyaman dan aman,” ujar Ilham.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, rumah modular dinilai berpotensi menjadi solusi inovatif untuk menjawab kebutuhan hunian nasional yang terus meningkat.

Sebagai bagian dari sosialisasi, unit contoh rumah modular kini dapat dikunjungi masyarakat di Rumah Budaya Betawi, Cipondoh, Kota Tangerang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rafyq Panjaitan
PenulisRafyq PanjaitanSarjana Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (Angkatan 2012, Lulus 2016). Bergabung di TIMES Indonesia sejak Januari 2023. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia