Siapkan SDM Berdaya Saing Global, Polbangtan Malang Bekali Mahasiswa Wawasan Ekspor-Impor Peternakan
Polbangtan Malang berkomitmen mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul dan berdaya saing global. Salah satunya melalui penguatan wawasan mahasiswa terkait dinamika ekspor dan impor komoditas p
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) terus berkomitmen mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul dan berdaya saing global. Salah satunya melalui penguatan wawasan mahasiswa terkait dinamika ekspor dan impor komoditas peternakan. Di tengah meningkatnya arus perdagangan internasional, pemahaman terhadap regulasi, standar mutu, serta aspek kesehatan hewan menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung keberhasilan produk peternakan Indonesia menembus pasar global.
Kuliah tamu yang digelar pada Jumat (17/4/2026) itu menghadirkan Bagus Nanang Luwito. Dia memberikan wawasan strategis bagi mahasiswa Agribisnis Peternakan terkait peran krusial sistem karantina dalam perdagangan global.
Kegiatan ini dibuka oleh Siti Munifa yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kesempatan belajar langsung dari praktisi. Ia menyampaikan bahwa kuliah tamu ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperoleh pemahaman mendalam terkait proses karantina yang akan membekali mereka menghadapi dunia kerja. Siti Munifa juga menginformasikan bahwa mahasiswa akan mendapatkan kesempatan melakukan kunjungan lapang ke Pelabuhan Tanjung Perak guna melihat secara langsung aktivitas ekspor-impor di pelabuhan peti kemas.
Lebih lanjut, ia mengingatkan mahasiswa untuk memperhatikan secara seksama materi yang disampaikan, khususnya terkait persyaratan ekspor dan impor ternak maupun produk peternakan. Hal ini dinilai penting sebagai bekal dalam memahami alur dan ketentuan yang berlaku dalam perdagangan internasional.
Selain itu, mahasiswa juga diingatkan bahwa akses ke area pelabuhan peti kemas bersifat terbatas dan tidak terbuka untuk umum, oleh karena itu, kesempatan kunjungan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai sarana pembelajaran langsung di lapangan.
Dalam paparannya, dokter hewan karantina dari Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur tersebut menegaskan bahwa proses karantina menjadi kunci utama dalam menjamin keamanan dan kelayakan ekspor maupun impor ternak serta produk peternakan.

Mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai prosedur pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan lalu lintas komoditas, hingga standar biosekuriti yang harus dipenuhi sebelum suatu produk peternakan dapat masuk atau keluar wilayah suatu negara. Tanpa sistem karantina yang ketat dan terstandar, risiko penyebaran penyakit hewan menular dapat meningkat dan berdampak pada sektor peternakan nasional.
Dia menjelaskan bahwa karantina tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan terhadap keberlanjutan usaha peternakan serta kepercayaan pasar internasional. Oleh karena itu, peran tenaga profesional di bidang karantina menjadi semakin penting di tengah meningkatnya arus perdagangan global.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami keterkaitan antara aspek teknis kesehatan hewan dengan peluang bisnis di sektor agribisnis peternakan. Kuliah tamu ini sekaligus menjadi sarana penguatan kompetensi mahasiswa agar siap menghadapi tantangan industri, khususnya dalam mendukung sistem perdagangan ternak dan produk peternakan yang aman, sehat, utuh, dan halal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


