Gudang Bulog Penuh, Akademisi Yakin Swasembada Pangan Terwujud
Kunjungan ke gudang Bulog Sidoarjo menunjukkan stok beras melimpah. Akademisi dan mahasiswa optimistis swasembada pangan nasional segera tercapai.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
SIDOARJO – Upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional mendapat respons positif dari kalangan akademisi hingga mahasiswa. Optimisme ini menguat setelah kunjungan langsung ke gudang Perum Bulog di Sidoarjo bersama Menteri Pertanian, yang memperlihatkan kondisi stok beras nasional dalam keadaan melimpah.
Ketua Pusat Studi SDGs Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Nuning Roadiah, menyampaikan bahwa temuan di lapangan menjadi bukti nyata keberhasilan program yang dijalankan pemerintah, khususnya melalui sinergi Kementerian Pertanian dan Bulog.
Menurutnya, kondisi gudang Bulog yang terisi penuh memperkuat keyakinan bahwa target swasembada pangan bukan sekadar wacana, melainkan telah berada di jalur yang tepat.
“Dari hasil pengamatan langsung, kami melihat gudang Bulog dalam kondisi penuh. Ini menjadi indikator kuat bahwa program swasembada pangan benar-benar berjalan,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Tidak hanya dari sisi ketersediaan stok, dinamika aktivitas logistik di gudang juga mencerminkan tingginya intensitas penyerapan hasil panen petani. Antrean truk pengangkut beras yang terus berdatangan menjadi bukti bahwa sistem distribusi pangan berjalan aktif.
Lebih lanjut, Nuning menilai program ini memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan petani. Harga gabah yang lebih baik dibandingkan sebelumnya menjadi indikator bahwa kebijakan pemerintah turut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Petani saat ini mendapatkan harga gabah yang lebih menguntungkan. Ini menunjukkan adanya dampak positif dari program swasembada pangan,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi peran pemerintah dalam menghadirkan rasa aman terkait ketersediaan pangan nasional. Menurutnya, keberadaan stok yang memadai menjadi jaminan penting bagi stabilitas kebutuhan masyarakat.
Pandangan serupa disampaikan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Malang, Muhammad Siril Aufa. Ia menilai swasembada pangan bukan hanya sekadar program pemerintah, tetapi juga simbol kedaulatan dan kemandirian bangsa.
“Swasembada pangan adalah nilai perjuangan bersama. Ini bukan hanya target, tetapi juga komitmen kolektif yang melibatkan seluruh elemen, termasuk mahasiswa,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian stok beras nasional yang tinggi merupakan hasil kerja keras berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga petani di seluruh Indonesia.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama agar keberhasilan ini dapat terus berlanjut dan tidak berhenti dalam jangka pendek.
Sementara itu, mahasiswa Polbangtan Malang, Danang Pramudya, menekankan peran aktif generasi muda dalam mendukung program swasembada pangan melalui keterlibatan langsung di lapangan sebagai bagian dari brigade pangan.
“Alhamdulillah kami mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian se-Indonesia telah ditugaskan ke beberapa titik swasembada pangan, yaitu sebagai brigade pangan atau petani milenial, di mana mahasiswa ini menjadi pendamping petani dalam swasembada pangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa telah diterjunkan ke berbagai wilayah strategis, termasuk Sumatera dan Kalimantan Tengah, untuk memperkuat implementasi program di lapangan.
“Contohnya kemarin sudah di Sumatera Selatan, dan juga yang saat ini insya Allah akan diberangkatkan ke Kalimantan Tengah untuk membantu program swasembada pangan,” jelasnya.
Danang berharap keterlibatan mahasiswa dapat menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program swasembada pangan nasional.
“Harapannya semoga kami sebagai mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian yang dinaungi langsung oleh Kementerian Pertanian ini dapat turut serta sebagai generasi muda yang tentunya mensukseskan program swasembada pangan dari Kementerian Pertanian,” tuturnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


