Advertisement
Indonesia Positif

Dosen Ilmu Komunikasi Unmer Malang: Pendidikan Keberlanjutan Perlu Ditanamkan Sejak Pra-Sekolah

Pendidikan keberlanjutan (sustainability education) merupakan sebuah keniscayaan di tengah krisis ekologis yang sedang melanda kehidupan manusia saat ini.

TIMES Indonesia,
Dosen Ilmu Komunikasi Unmer Malang: Pendidikan Keberlanjutan Perlu Ditanamkan Sejak Pra-Sekolah
Dosen Ilmu Komunikasi Unmer Malang. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Pendidikan keberlanjutan (sustainability education) merupakan sebuah keniscayaan di tengah krisis ekologis yang sedang melanda kehidupan manusia saat ini. Lembaga pendidikan menjadi aktor penting dalam menanamkan nilai-nilai ekologis kepada peserta didik sejak usia dini. Salah satu metode yang efektif untuk menginternalisasikan prinsip-prinsip keberlanjutan adalah melalui pendekatan learning by doing (belajar melalui pengalaman langsung).

Melalui pendekatan ini, siswa diajarkan bahwa manusia dan alam atau lingkungan hidup merupakan satu kesatuan dalam komunitas kehidupan yang saling terkait. Oleh karena itu, manusia perlu membangun relasi yang harmonis dengan alam dengan cara menghormati hak-hak alam, bukan justru merusak ekosistemnya.

Advertisement

Hal tersebut ditegaskan oleh Dr. Rochmad Effendy, B.HSc., M.Si., dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Merdeka Malang, saat memaparkan makalah berjudul “Sustainability Education for Planetary Health and Human Security” dalam kegiatan visiting lecture di University Antara Bangsa MAIWP (UniMAIWP), Kuala Lumpur, pada 13 April 2026.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama akademik yang telah terjalin antara FISIP Universitas Merdeka Malang dan Fakultas Pendidikan UniMAIWP. Selain Dr. Rochmad Effendy, dosen lain yang turut berpartisipasi adalah Lian Agustina Setiyaningsih, S.Sos., M.Med.Kom yang memaparkan makalah mengenai pentingnya perlindungan digital bagi perempuan dari dampak destruktif teknologi.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para dosen Ilmu Komunikasi juga memberikan pelatihan tentang komunikasi efektif bagi guru taman kanak-kanak, termasuk tips praktis dalam membangun komunikasi yang dekat dan bermakna dengan peserta didik.

Menjawab pertanyaan peserta mengenai metode pengajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai keberlanjutan, Dr. Rochmad Effendy menekankan pentingnya praktik langsung di lapangan. “Ajaklah siswa bercocok tanam di sekolah melalui praktik langsung. Selanjutnya, dorong mereka untuk mengamati proses pertumbuhan tanaman hingga berkembang besar. Dari situ, siswa dapat memahami adanya kesalingtergantungan antara manusia dan tumbuhan. Tanaman tidak hanya menghasilkan buah, tetapi juga memberikan kesejukan udara melalui proses fotosintesis,” jelasnya.

Ia juga mengajak para guru pra-sekolah untuk menanamkan nilai-nilai keberlanjutan melalui pengalaman nyata dalam kegiatan belajar mengajar. Menurutnya, usia pra-sekolah merupakan masa emas (golden age) yang sangat strategis untuk menginternalisasikan nilai-nilai moral, khususnya kecintaan terhadap lingkungan hidup. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

R
PenulisRochmad Effendy Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia