Advertisement
Indonesia Positif

Program Kartini Green Action & Adopsi Tanaman TOGA di MTs Almaarif 01 Singosari

Di tengah arus modernitas yang kerap menjauhkan generasi muda dari alam, MTs Almaarif 01 Singosari, Malang justru mengambil arah sebaliknya.

TIMES Indonesia,
Program Kartini Green Action & Adopsi Tanaman TOGA di MTs Almaarif 01 Singosari
Dokumentasi program kerja Pokja Keberagaman Hayati Adiwiyata madrasah di even hari Kartini 2026. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Di tengah arus modernitas yang kerap menjauhkan generasi muda dari alam, MTs Almaarif 01 Singosari, Malang justru mengambil arah sebaliknya. Pada peringatan Hari Kartini, 21 April 2026, madrasah ini menggelar kegiatan bertajuk “Kartini Green Action & Adopsi Tanaman TOGA”.

Sebuah langkah yang tidak hanya simbolik, tetapi juga strategis. Bekerja sama dengan Polbangtan STTP Malang, kegiatan ini menegaskan satu hal penting: pendidikan tidak cukup berhenti di ruang kelas ia harus menyentuh realitas, membentuk kesadaran, dan menanamkan nilai.

Advertisement

Kegiatan dimulai dengan pembekalan materi tentang teknik penanaman TOGA, pembibitan, dan penyemaian. Bukan sekadar teori, tetapi dilanjutkan dengan praktik langsung. Sebanyak 60 siswa dibagi ke dalam tiga kelompok TOGA, sayuran, dan pembibitan. Mereka terjun langsung menanam dan menyemai bibit lombok, terong, dan tomat. Inilah pendekatan pembelajaran yang konkret: belajar dengan tangan, merasakan dengan pengalaman. Program ini merupakan bagian dari kerja Pokja Keberagaman Hayati Adiwiyata madrasah, yang menempatkan isu lingkungan sebagai prioritas pembentukan karakter peserta didik.

Pokja Keberagaman Hayati Adiwiyata

Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, ada tujuan yang jelas dan terukur: membekali siswa dengan keterampilan pembibitan, melatih penanaman rimpang dan sayuran, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Bagi para peserta, pengalaman ini bukan sekadar kegiatan sesaat. Arisya kelas VII A, salah satu perwakilan peserta, mengungkapkan kesannya dengan antusias. Ia mengaku baru menyadari bahwa menanam bukan hanya soal menumbuhkan tanaman, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab.

“Saya jadi lebih paham bagaimana merawat tanaman dari awal, dan ternyata itu butuh kesabaran. Kegiatan ini membuat saya lebih peduli dengan lingkungan di sekitar sekolah,” ujarnya. Dari tangan-tangan muda itu, harapan tumbuh bahwa kepedulian terhadap bumi bisa dimulai dari langkah sederhana, di halaman madrasah, hari ini. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

I
PenulisIrawan Yunus Z Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia