Siswa SMA Islam NU Pujon Ukir Semangat Olimpiade Bahasa Inggris di Surabaya
Semangat berprestasi kembali ditunjukkan oleh siswa SMA Islam NU Pujon, Malang. Setelah sukses berpartisipasi dalam berbagai ajang seperti FLS3N
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
SURABAYA – Semangat berprestasi kembali ditunjukkan oleh siswa SMA Islam NU Pujon, Malang. Setelah sukses berpartisipasi dalam berbagai ajang seperti FLS3N, O2SN, dan seleksi calon Paskibra Kabupaten Malang, kini sekolah tersebut mengirimkan dua delegasi terbaiknya dalam Olimpiade Bahasa Inggris yang digelar di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Senin (22/4/2026).
Dua siswa terpilih tersebut adalah Nur Wahyu dari kelas XI-1 dan Sholahudin Abu Al Asad dari kelas XI-4. Keduanya merupakan bagian dari program unggulan Kelas Dunia dengan Jepang (Japan Worldclass), sebuah inisiatif yang mempersiapkan siswa untuk memiliki daya saing global. Program ini dijadwalkan akan memulai orientasi kelas pada 28 April 2026.
Partisipasi dalam olimpiade ini bukan sekadar mengikuti kompetisi, melainkan menjadi bagian dari strategi sekolah dalam meningkatkan kualitas lulusan. SMA Islam NU Pujon secara konsisten mendorong siswanya untuk tampil di berbagai ajang eksternal sebagai bentuk unjuk kemampuan dan penguatan karakter.
Guru Bahasa Inggris, Puji Endah Hastuti, mengungkapkan bahwa kedua siswa telah mendapatkan bimbingan intensif sebelum berangkat ke kompetisi. Ia berharap usaha keras tersebut dapat membuahkan hasil terbaik.
“Berkompetisi bukan hanya sekadar menang atau kalah, tetapi pengalaman yang tidak akan terulang. Anak-anak mengikuti olimpiade bahasa Inggris untuk mengukur kemampuan, melatih percaya diri, menambah wawasan, dan juga relasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ajang seperti ini mampu mendorong siswa untuk keluar dari zona nyaman serta meningkatkan rasa bangga terhadap diri sendiri. Menurutnya, pengalaman bertemu dengan peserta dari berbagai daerah juga menjadi bekal penting dalam membangun perspektif global.
Keikutsertaan Nur Wahyu dan M. Sholahudin menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar dan keberanian mencoba hal baru terus tumbuh di lingkungan SMA Islam NU Pujon, Malang. Dengan dukungan penuh dari sekolah dan para guru, langkah mereka di panggung kompetisi diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya.
Lebih dari sekadar prestasi, partisipasi ini mencerminkan komitmen sekolah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Sebuah langkah kecil yang membawa harapan besar menuju masa depan pendidikan yang lebih gemilang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

