Advertisement
Indonesia Positif

Kolaborasi FT UNJ dan MDMC Muhammadiyah Kembangkan Inovasi Energi Surya untuk Tanggap Bencana

Pelatihan FT UNJ dan MDMC kembangkan BESS portabel berbasis surya sebagai solusi listrik darurat ramah lingkungan untuk mendukung penanganan bencana di Indonesia.

TIMES Indonesia,
Kolaborasi FT UNJ dan MDMC Muhammadiyah Kembangkan Inovasi Energi Surya untuk Tanggap Bencana
Kolaborasi Akademisi FT UNJ dan MDMC Muhammadiyah Kembangkan Inovasi Energi Surya untuk Tanggap Bencana (21/4/26)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Wil. Kota Jakarta Selatan Ketersediaan energi listrik menjadi salah satu kebutuhan vital dalam penanganan bencana. Dalam kondisi darurat, listrik dibutuhkan untuk mendukung komunikasi, penerangan, pengoperasian perangkat medis, hingga koordinasi tim relawan di lapangan. Namun, pada banyak kasus bencana, akses listrik sering kali terputus sehingga menghambat proses penanganan dan pemulihan.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan kerja sama bertajuk “Pemberdayaan Komunitas Tanggap Bencana melalui Inovasi Portable Battery Energy Storage System (BESS) Berbasis Panel Surya sebagai Sumber Energi Hijau Darurat.”

Advertisement

Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 April 2026 di Aula PP Muhammadiyah lantai 4 dan diikuti oleh para dosen Fakultas Teknik UNJ, yaitu Bagus Anggraini, Akhmad Saufan, Waradzi Mustakim, Radimas Putra Muhammad Davi Labib, Muhammad Fatihuddin, serta Reza Febriano Armas.

Pelatihan ini juga menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang inovasi dan kebencanaan, yaitu Chairul Hudaya, Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia, serta M. Abdoel Malik Rizal, Wakil Sekretaris II MDMC PP Muhammadiyah.

FT UNJ dan MDMC Muhammadiyah

Dalam kegiatan tersebut dibahas pemanfaatan teknologi Portable Battery Energy Storage System (BESS) berbasis panel surya sebagai sumber energi darurat yang ramah lingkungan. Teknologi ini merupakan sistem penyimpanan energi listrik dalam baterai yang dapat diisi melalui panel surya sehingga dapat digunakan secara fleksibel di berbagai lokasi, terutama di daerah yang terdampak bencana dan tidak memiliki akses listrik.

Sistem ini dirancang agar portabel, mudah dipindahkan, serta dapat menyediakan energi listrik secara mandiri. Dengan memanfaatkan energi matahari sebagai sumber utama, perangkat ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan darurat seperti penerangan, pengisian telepon seluler, radio komunikasi, hingga peralatan medis skala kecil.

Advertisement

Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia, Chairul Hudaya, dalam paparannya menekankan bahwa inovasi teknologi dari perguruan tinggi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Teknologi energi terbarukan seperti panel surya memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam berbagai sektor, termasuk penanggulangan bencana.

Sementara itu, Wakil Sekretaris II MDMC PP Muhammadiyah, M. Abdoel Malik Rizal, menyampaikan bahwa ketersediaan energi di lokasi bencana sering menjadi tantangan bagi relawan. Oleh karena itu, pengembangan teknologi energi portabel berbasis tenaga surya dapat menjadi solusi yang efektif dalam mendukung operasi kemanusiaan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai konsep energi surya dan sistem penyimpanan energi, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai penerapan teknologi tersebut untuk mendukung kegiatan tanggap bencana.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi kemanusiaan seperti MDMC diharapkan dapat terus berkembang dalam menghasilkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. Pemanfaatan energi terbarukan tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan komunitas dalam menghadapi berbagai risiko bencana di masa depan.

Bagus Anggraini, selaku Ketua Pengabdian Masyarakat mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga tanah longsor. Dalam situasi tanggap darurat, salah satu kebutuhan yang sering menjadi kendala di lapangan adalah ketersediaan energi listrik. Padahal listrik sangat penting untuk mendukung komunikasi, penerangan, pengisian perangkat elektronik drone, hingga pengoperasian peralatan medis sederhana. Maka dari itu, dibuatlah inovasi Portable Mini BESS (Battery Energy Storage System) berkapasitas 720 Wh dan 150 Wh yang mudah dibawa kemana-mana. Inovasi alat yang dibuat akan dihibahkan dan digunakan langsung oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk penanganan bencana, sebagaimana kegiatan ini mendukung SDGs nomor 7 dan 17.

Program ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Indonesia atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, serta dikelola dalam Program EQUITY (Nomor Kontrak: 4308/B3/DT.03.08/2025 dan No: B/284/UN39/HK.07.00/2025). (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSyaifudin (CR-224) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia