Advertisement
Indonesia Positif

TMMD 2026 Resmi Digelar Serentak di DIY, Fokus Perbaikan Permukiman dan Kesejahteraan Warga

Kegiatan ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.

TIMES Indonesia,
TMMD 2026 Resmi Digelar Serentak di DIY, Fokus Perbaikan Permukiman dan Kesejahteraan Warga
TMMD 2026 di DIY fokus pada perbaikan permukiman dan kesejahteraan warga. (FOTO: Yahya Haqul Mubin/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

YOGYAKARTA Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai secara serentak di sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.

Advertisement

Di Kota Yogyakarta, pembukaan TMMD digelar di Lapangan Balai Kota dengan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk nyata sinergi lintas sektor untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya di wilayah permukiman padat.

“TMMD menjadi langkah konkret membangun dari tingkat paling bawah, yaitu kelurahan. Dengan semangat gotong royong, kita hadir untuk memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” ujar Hasto.

Fokus Kawasan Rawan dan Padat Penduduk

Pada pelaksanaan kali ini, sasaran utama di Kota Yogyakarta difokuskan di wilayah Pakuncen, Kemantren Wirobrajan.

TMMD DIY 2

Kawasan ini dikenal memiliki kepadatan penduduk tinggi serta potensi kerawanan hidrografis akibat aliran sungai, sehingga membutuhkan penanganan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Sejumlah pekerjaan fisik menjadi prioritas dalam program ini, antara lain pembangunan talud sepanjang 20 meter dengan tinggi 5 meter untuk mencegah longsor akibat erosi.

Selain itu, dilakukan rehabilitasi satu unit taman kanak-kanak serta perbaikan 10 unit rumah tidak layak huni (RTLH).

Tak hanya pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kesehatan masyarakat, pencegahan stunting, keamanan dan ketertiban, hingga edukasi perencanaan dan kebijakan anggaran.

Hasto menekankan pentingnya kualitas pembangunan, mengingat wilayah sasaran memiliki risiko tinggi terhadap bencana seperti erosi dan banjir. Ia mengingatkan agar seluruh pihak menjaga mutu pekerjaan agar hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Jangan sampai pembangunan yang dilakukan tidak kuat dan mudah rusak saat terjadi banjir. Ini menyangkut keberlanjutan manfaat sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap program TMMD,” tegasnya.

Libatkan Banyak Unsur, Berbasis Kebutuhan Warga

Komandan Kodim 0734/Kota Yogyakarta, Kolonel Inf Arif Setiyono, menjelaskan bahwa TMMD Sengkuyung Tahap II akan berlangsung selama satu bulan, mulai 22 April hingga 21 Mei 2026. Lokasi kegiatan tersebar di beberapa titik, termasuk Kemantren Tegalrejo.

Ia menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan merupakan hasil dari proses perencanaan berjenjang, mulai dari musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di tingkat kelurahan hingga kota.

Dengan demikian, kegiatan yang dilaksanakan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

“Setiap program disusun berdasarkan aspirasi warga yang telah melalui musrenbang, sehingga tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung,” jelas Arif.

Pelaksanaan TMMD juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat setempat.

Puluhan personel TNI diterjunkan sebagai satuan tugas, didukung oleh lintas instansi serta fasilitas seperti pos komando taktis (kotis) yang telah dipersiapkan sejak tahap pra-pelaksanaan.

Digelar Serentak di Sleman dan Kulon Progo

Selain di Kota Yogyakarta, TMMD juga dilaksanakan di wilayah lain di DIY. Di Kabupaten Sleman, pembukaan berlangsung di Lapangan Sendangrejo, Kapanewon Minggir.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyebut program ini efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Program di Sleman melibatkan satu satuan setingkat TNI dengan partisipasi aktif masyarakat setempat selama 30 hari.

Sementara itu, di Kabupaten Kulon Progo, TMMD Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 dimulai di Lapangan Sidorejo, Kapanewon Lendah.

Komandan Kodim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, menyampaikan bahwa kegiatan difokuskan pada pembangunan infrastruktur serta perbaikan RTLH di Kalurahan Sidorejo.

Dorong Kesejahteraan dan Kebersamaan

Melalui program TMMD, diharapkan tidak hanya terbangun infrastruktur yang memadai, tetapi juga terjalin kedekatan antara TNI dan masyarakat.

Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

“Harapannya, semua yang dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang serta mendukung kemajuan Kota Yogyakarta secara keseluruhan,” pungkas Arif.

Dengan pelaksanaan TMMD yang terintegrasi dan berbasis kebutuhan warga, pemerintah optimistis program ini akan menjadi salah satu motor penggerak pembangunan daerah yang berkelanjutan di DIY. (*)

 

Pewarta: Yahya Haqul Mubin

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A Riyadi
PenulisA RiyadiSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (2004) dan Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (2016). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018. Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia