Sinergi DPRD dan Disdik Kabupaten Malang Dorong Kompetensi Guru PAUD
Penguatan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Malang kembali mendapat perhatian serius. DPRD Kabupaten Malang bersama Dinas Pendidikan (Disdik) menggelar kegiatan pembinaan dan peningkatan mutu bagi guru PAUD.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Penguatan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Malang kembali mendapat perhatian serius. DPRD Kabupaten Malang bersama Dinas Pendidikan (Disdik) menggelar kegiatan pembinaan dan peningkatan mutu bagi guru PAUD melalui program Pokok Pikiran (POKIR), yang kali ini dipusatkan di Kantor Desa Jeru, Kecamatan Tumpang, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen pendidikan, mulai dari guru PAUD dan TK, anggota IGTK, pengelola Kelompok Bermain, hingga tokoh pemerhati pendidikan. Program ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara legislatif dan eksekutif dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik sejak jenjang paling dasar.
Sebelumnya, agenda serupa juga telah dilaksanakan di Kecamatan Poncokusumo dan Wajak, sebagai bagian dari upaya pemerataan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang.
Dalam kesempatan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Malang Fraksi Golkar, Dr. Miskat, S.H., M.H., menekankan bahwa peran guru PAUD tidak bisa dipandang sebelah mata karena menjadi fondasi pembentukan karakter generasi masa depan.
“Guru PAUD adalah pondasi utama pembangunan SDM. Melalui POKIR, kami pastikan anggaran dan kebijakan benar-benar berpihak pada peningkatan kompetensi guru PAUD, karena dari merekalah karakter generasi emas Kabupaten Malang dibentuk,” ujarnya.
Tak hanya itu, kegiatan juga menghadirkan motivator pendidikan Mohamad Iksan yang memberikan penguatan terkait strategi pembelajaran kreatif berbasis karakter serta nilai-nilai cinta tanah air sejak usia dini.
Para peserta mendapatkan materi yang cukup komprehensif, mulai dari penerapan Kurikulum Merdeka pada PAUD, metode pembelajaran berdiferensiasi, teknik asesmen perkembangan anak, hingga peran guru sebagai pembentuk karakter anak. Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya antusiasme para peserta dalam menyerap materi.
Banyak di antara mereka aktif bertanya dan berbagi pengalaman terkait praktik pembelajaran di lapangan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


