Dompet Dhuafa Permudah Ibadah Kurban 2026 Lewat Program Transparan dan Terjangkau
Program kurban Iduladha 2026 Dompet Dhuafa hadir dengan pilihan harga fleksibel dan distribusi global, memudahkan ibadah sekaligus memperluas manfaat.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JAKARTA – Menyambut Hari Raya Iduladha 2026, Dompet Dhuafa kembali menghadirkan program kurban dengan berbagai pilihan harga dan wilayah distribusi, guna memudahkan masyarakat dalam menunaikan ibadah sekaligus memperluas manfaat bagi penerima di berbagai daerah, termasuk wilayah krisis global.
Melalui program ini, Dompet Dhuafa menyediakan beragam opsi hewan kurban dengan rentang harga yang dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial masyarakat. Untuk kategori luar negeri, harga kurban dimulai dari Rp1.447.000 untuk 1/7 sapi yang didistribusikan ke Somalia, hingga Rp26.000.000 untuk kerbau utuh yang disalurkan ke Palestina. Sementara itu, untuk kebutuhan dalam negeri, tersedia pilihan domba atau kambing mulai dari Rp1.799.000 dalam program promo terbatas.
Ahmad Juwaini selaku Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, menyampaikan bahwa program kurban tahun ini dirancang untuk memberikan kemudahan sekaligus memastikan dampak yang lebih luas.
“Kami ingin memastikan bahwa ibadah kurban tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga menjadi sarana distribusi kebaikan yang tepat sasaran. Oleh karena itu, kami menyediakan berbagai pilihan agar masyarakat dapat berpartisipasi sesuai kemampuannya,” ujarnya.
Selain menawarkan variasi harga, Dompet Dhuafa juga menegaskan bahwa seluruh paket kurban yang ditawarkan bersifat all-in, mencakup pengadaan hewan, proses penyembelihan sesuai syariat, hingga distribusi kepada penerima manfaat. Donatur juga akan mendapatkan laporan lengkap berupa dokumentasi penyembelihan, lokasi distribusi, serta bukti penyaluran yang dikirimkan secara transparan melalui kanal digital.

Program ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk menyalurkan kurban ke wilayah yang membutuhkan, seperti Somalia, Sudan, Myanmar, dan Palestina.
Menurut pihak Dompet Dhuafa, distribusi kurban ke luar negeri tetap sah secara syariat dan menjadi salah satu upaya untuk menjangkau masyarakat yang berada dalam kondisi krisis pangan.
“Banyak wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses pangan, sehingga kurban dari masyarakat Indonesia dapat menjadi sumber gizi penting bagi mereka. Ini menjadi nilai tambah dari ibadah kurban yang dilakukan,” tambahnya.
Seiring mendekatnya Iduladha yang diperkirakan jatuh pada akhir Mei 2026, Dompet Dhuafa juga mendorong masyarakat untuk mulai merencanakan keuangan sejak dini. Dengan estimasi waktu sekitar lima minggu, masyarakat dapat menyisihkan dana secara bertahap, misalnya sekitar Rp300 ribu hingga Rp350 ribu per minggu, agar tetap dapat berkurban meskipun dengan anggaran terbatas.
Dompet Dhuafa juga mengingatkan bahwa harga hewan kurban cenderung meningkat mendekati hari raya, sehingga masyarakat disarankan untuk segera mengamankan pilihan kurban lebih awal. Selain itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi fokus utama dalam setiap pelaksanaan program, guna menjaga kepercayaan publik.
Melalui program kurban 2026 ini, Dompet Dhuafa berharap semakin banyak masyarakat yang dapat berpartisipasi dan merasakan kemudahan dalam beribadah, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi sesama di berbagai penjuru dunia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


