Advertisement
Indonesia Positif

Toga Sempurna untuk Ayah Ibu di Surga, Kisah Haru Tria Fenda Wisudawati Dengan IPK 3,99 Unmuh Jember

Momen wisuda umumnya menjadi hari bahagia yang dirayakan bersama keluarga inti. Namun, realita berbeda harus dihadapi oleh Tria Fenda Afi Wijaya pada Rapat Terbuka Senat Wisuda

TIMES Indonesia,
Toga Sempurna untuk Ayah Ibu di Surga, Kisah Haru Tria Fenda Wisudawati Dengan IPK 3,99 Unmuh Jember
Tria Fenda seusai menjalani wisuda. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JEMBER Momen wisuda umumnya menjadi hari bahagia yang dirayakan bersama keluarga inti. Namun, realita berbeda harus dihadapi oleh Tria Fenda Afi Wijaya pada Rapat Terbuka Senat Wisuda ke-54 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Berdiri tanpa pendampingan ayah dan ibu, mahasiswi Program Studi S1 Manajemen ini justru sukses membuktikan diri dengan menyandang predikat Wisudawan Terbaik Tingkat Universitas berbekal IPK nyaris sempurna, 3,99. Rentetan pencapaian yang ia raih menjadi wujud nyata bahwa kehilangan sosok kedua orang tua tidak menghentikan langkahnya untuk terus mencetak prestasi.

Ujian berat dalam hidup Tria sudah datang sejak ia masih duduk di kelas tiga SMA. Tepat saat ia tengah bersiap menghadapi ujian kelulusan, sang ibu meninggal dunia. Kehilangan tersebut tentu menjadi pukulan telak. Namun, ia menolak menjadikan duka sebagai alasan untuk menyerah. Tria justru mengubah kesedihannya menjadi energi pembuktian. Hasilnya, ia berhasil meraih nilai ujian kelulusan tertinggi dan mempertahankan posisi juara satu berturut-turut di sekolahnya, sebelum akhirnya memantapkan langkah melanjutkan pendidikan ke Unmuh Jember.

Advertisement

Sayangnya, takdir kembali menguji ketangguhan Tria di masa-masa paling krusial dalam perkuliahannya. Memasuki semester tujuh, tepat saat ia baru akan memulai proses penyusunan skripsi, sang ayah menghembuskan napas terakhirnya. Berpulangnya ayahanda membuat Tria sangat terpukul dan menyisakan trauma mendalam. Di tengah situasi yang berat tersebut, Tria teringat dan berpegang erat pada pesan yang selalu ditekankan oleh kedua orang tuanya semasa hidup.

"Terus fokus dan jangan pernah lari dari tanggung jawab," kenangnya mengulangi pesan tersebut saat diwawancarai. 

Unmuh Jember

Prinsip itulah yang kemudian memacunya untuk kembali bangkit, mengerjakan skripsinya, dan bertekad mewujudkan impian almarhum kedua orang tuanya untuk melihatnya menjadi mahasiswa terbaik.

Hebatnya, di tengah perjuangan menyelesaikan tugas akhir dengan kondisi batin yang sedang berduka, langkah Tria tidak melambat sama sekali. Ia tidak sekadar mengejar nilai di dalam kelas, melainkan terus aktif memperluas kapasitas dirinya di berbagai bidang.

Advertisement

Ketekunannya tersebut mengantarkan Tria lolos sebagai salah satu penerima program prestisius Djarum Beasiswa Plus (Beswan Djarum) 2024/2025. Ia juga berhasil menyabet gelar Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) mulai dari tingkat program studi, fakultas, hingga universitas, yang memberinya kesempatan berharga mewakili Unmuh Jember di ajang Pilmapres tingkat nasional. Di sela-sela kesibukannya, Tria juga aktif mengabdi sebagai relawan Duta Kepemudaan, rajin memberikan edukasi dan advokasi kepada para pelajar di sekolah-sekolah mengenai pentingnya personal branding dan bahaya narkoba.

Kini, berdiri tegak membawa gelar kelulusan tertinggi, Tria tak menampik adanya rasa rindu karena tidak bisa mempersembahkan pencapaiannya langsung ke tangan kedua orang tuanya. Meski demikian, ia merasa bersyukur karena telah berjuang maksimal menuntaskan amanah mereka.

Mengakhiri masa studinya, Tria menitipkan pesan kuat bagi rekan-rekan mahasiswa yang tengah berjuang menghadapi hambatan akademiknya masing-masing. Ia menegaskan pentingnya menjaga fokus agar tidak mudah goyah apalagi menyerah oleh keadaan. Baginya, sesulit dan setidak enak apa pun proses bimbingan maupun hambatan yang datang, tetaplah fokus pada proses dan tujuan akhir, karena usaha tersebut pada akhirnya pasti akan membawa hasil. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia