Mahasiswa UM Maksimalkan Potensi Budaya Lewat Promosi Konten
Bagaimana cara memaksimalkan potensi seni dan budaya lokal melalui promosi konten ditengah seni dan budaya yang terus berkembang sampai saat ini?
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Bagaimana cara memaksimalkan potensi seni dan budaya lokal melalui promosi konten ditengah seni dan budaya yang terus berkembang sampai saat ini? Kegiatan ini dilakukan oleh Mahasiswa Program Studi Magister Universitas Negeri Malang (UM)yang terdiri dari Kania dan Keisa, dengan bimbingan dosen pengampu mata kuliah.
Dilaksanakan pada 25 April 2026 menjadi langkah awal dalam merancang program pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan penguatan sektor seni dan budaya di Desa Pangelaran, Pagelaran, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi desa sekaligus memetakan kebutuhan masyarakat agar program yang dirancang tepat sasaran dan berkelanjutan. Kegiatan dilakukan secara langsung serta wawancara dengan perangkat desa dan pemuda setempat.
Desa Pangelaran memiliki potensi wisata yang cukup menjanjikan, baik dari sisi alam maupun budaya lokal. Lingkungan yang masih asri serta kekayaan kearifan lokal menjadi daya tarik yang berpotensi dikembangkan. Namun demikian, potensi tersebut belum dikelola secara optimal, terutama dalam aspek manajemen, kepemimpinan, serta promosi digital.
Selain itu, ditemukan bahwa antusiasme masyarakat desa untuk terlibat dalam pengembangan wisata cukup tinggi. Meski demikian, promosi pengembangan wisata melalui kekayaan kearifan lokal di masyarakat masih perlu ditingkatkan, khususnya dalam hal penyampaian informasi kepada wisatawan menggunakan konten sebagai media promosi.
Kekayaan kearifan lokal berupa kekayaan seni dan budaya, seni yang ada di desa berupa Tari Remo, Tari Topeng dan Tari Beskalan. Adapun pertunjukan rakyat dan teater berupa bantengan, Wayang Kulit, Ludruk, Ketoprak dan Ketrung. Adapula musik tradisional di desa berupa Karawitan (Gamelan) dan Campursari.
Di sisi lain, pemanfaatan media digital untuk mempromosikan potensi wisata desa juga masih terbatas. Promosi konten belum dikelola secara profesional sehingga belum mampu menjangkau audiens yang lebih luas. Konten yang akan digunakan berupa video dan foto mengenai kegiatan di Desa Pagelaran, di Desa tersebut memiliki banyak kekayaan seni dan budaya yang menjadikan Desa Pagelaran sebagai “Kampung Eduwisata Seni dan Budaya”.
Mahasiswa merancang program utama yang akan dilaksanakan di Desa Pangelaran. Program yang akan kami jalankan berupa konten promosi di website SITARAN-Sistem Informasi Wisata Pagelaran. Dengan kami mempromosikan kegiatan Seni dan Budaya di Desa Pagelaran memiliki tujuan untuk Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 1 yaitu mengentaskan segala bentuk kemiskinan di semua tempat. Dengan mempromosikan Desa Pagelaran sebagai desa wisata, diharapkan tercipta lapangan kerja dan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
Kania menyampaikan bahwa kegiatan survei ini menjadi fondasi penting dalam penyusunan program. “Kami ingin memastikan bahwa program yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Keisa menambahkan bahwa pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci keberhasilan program. “Harapannya, masyarakat dapat mengembangkan potensi desa secara mandiri dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dengan adanya promosi melalui konten ini, diharapkan program yang akan dilaksanakan nantinya mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Desa Pangelaran. Kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pendamping akademik diharapkan dapat mendorong Desa Pangelaran berkembang menjadi desa wisata yang unggul dan berdaya saing. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

