Advertisement
Indonesia Positif

Diklat dan Pelantikan PMR SMA Islam NU Pujon Cetak Generasi Tangguh dan Peduli

SMA Islam NU Pujon, Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter siswa melalui kegiatan Diklat dan Pelantikan Anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang dilaksanakan pada Sabtu–Minggu

TIMES Indonesia,
Diklat dan Pelantikan PMR SMA Islam NU Pujon Cetak Generasi Tangguh dan Peduli
Pembukaan Diklat palang Merah Reamaja di SMA Islam NU Pujon. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG SMA Islam NU Pujon, Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter siswa melalui kegiatan Diklat dan Pelantikan Anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang dilaksanakan pada Sabtu–Minggu (25–26/4/2026).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ahmad Bukhori, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran generasi muda dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, khususnya melalui wadah PMR.

Advertisement

Diklat yang diikuti 37 peserta ini menghadirkan narasumber berpengalaman dari Palang Merah Indonesia Kabupaten Malang, yaitu Kusaeri, Ahmad Subhan, dan Rofiul Ibad. Para pemateri memberikan pembekalan teori sekaligus praktik terkait pertolongan pertama, penanganan situasi darurat, serta nilai-nilai dasar kepalangmerahan.

SMA Islam NU Pujon - 1

Pembina PMR SMA Islam NU Pujon, Wihadi Santoso, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan materi dan pelatihan praktik kepada calon anggota PMR, sekaligus membentuk serta meningkatkan kecakapan mental dan jiwa relawan para peserta.

“Harapannya, kegiatan ini mampu melahirkan anggota PMR yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga sikap yang sesuai dengan prinsip-prinsip kepalangmerahan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi situasi darurat, serta kemampuan memberikan pertolongan pertama dengan baik dan benar. Selain itu, nilai-nilai kepedulian sosial, rasa kemanusiaan, dan semangat kerelawanan juga ditanamkan secara kuat.

Advertisement

SMA Islam NU Pujon - 2

Selama dua hari pelaksanaan, peserta tidak hanya mendapatkan materi di dalam kelas, tetapi juga mengikuti berbagai simulasi dan praktik lapangan yang menuntut kerja sama tim, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Hal ini menjadi bekal penting dalam membentuk karakter siswa yang tangguh dan siap berkontribusi di masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan prosesi pelantikan anggota PMR baru yang berlangsung khidmat. Momen ini menjadi simbol komitmen para siswa untuk mengabdikan diri dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Dengan terselenggaranya Diklat dan Pelantikan ini, SMA Islam NU Pujon berharap mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama serta siap menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M
PenulisMuali Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia