BPBD Surabaya Inisiasi Pesantren Tangguh Bencana di Yanabiul Ulum Walhikam
Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam memperluas edukasi mitigasi bencana di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surabaya menginisiasi pembentukan Pesantren Tangguh Bencana (Pestana) di Pondok Pesantren Yanabi'ul Ulum Walhikam.
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan warga pesantren dalam menghadapi potensi bencana, baik alam maupun non-alam.
Kegiatan sosialisasi pembentukan Pestana tersebut dilaksanakan pada Jumat (24/4/2026) di Musholla Ittihadul Muttaqin, yang berlokasi di Jalan Jagir Sidoresmo II No. 39, Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah instansi turut terlibat, di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Yanabi’ul Ulum Walhikam, Faruq Abdul Muid, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan pesantren.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh instansi yang hadir. Ini menunjukkan kepedulian terhadap pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan di Kota Surabaya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa edukasi kebencanaan menjadi bekal penting bagi para santri, tidak hanya selama di pesantren, tetapi juga dalam kehidupan setelah mereka menyelesaikan pendidikan.
“Materi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi keterampilan yang bermanfaat bagi santri, terutama dalam menghadapi situasi darurat di masyarakat,” katanya.
Melalui program ini, para santri dibekali berbagai materi, mulai dari manajemen bencana oleh BPBD, teknik pemadaman kebakaran oleh Dinas Pemadam Kebakaran, hingga pengelolaan lingkungan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga.
Selain itu, Dinas Kesehatan memberikan pemahaman terkait kesehatan lingkungan untuk mencegah potensi penyakit, sementara Satpol PP menyampaikan materi mengenai pencegahan risiko sosial di lingkungan masyarakat.
Sebagai bagian dari kegiatan, para santri juga mengikuti simulasi penanganan kebakaran dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) di bawah pendampingan instruktur.
Simulasi tersebut bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada santri dalam menghadapi kondisi darurat, sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam merespons bencana.
Melalui pembentukan Pesantren Tangguh Bencana ini, Pondok Pesantren Yanabi’ul Ulum Walhikam diharapkan memiliki sistem kesiapsiagaan yang lebih terstruktur dalam menghadapi berbagai potensi risiko.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam memperluas edukasi mitigasi bencana di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

