Koppontren Ausath Blokagung Banyuwangi jadi Contoh Kemandirian Ekonomi Pesantren
Koperasi Pondok Pesantren Atas Usaha Thullab (Koppontren Ausath) Blokagung, Banyuwangi, terus memperkuat eksistensinya sebagai motor penggerak ekonomi pesantren.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
BANYUWANGI – Koperasi Pondok Pesantren Atas Usaha Thullab (Koppontren Ausath) Blokagung, Banyuwangi, terus memperkuat eksistensinya sebagai motor penggerak ekonomi pesantren. Melalui ekspansi unit usaha yang terus berkembang, menjadi contoh nyata kemandirian ekonomi yang tumbuh dari lingkungan santri dan masyarakat.
Bagaimana tidak, Koppontren Ausath Blokagung kini mengelola setidaknya 17 unit usaha yang bergerak di berbagai sektor. Mulai dari layanan finansial melalui Unit Simpan Pinjam Pola Syariah (USPPS), sektor manufaktur seperti konveksi dan bakery, hingga layanan jasa seperti Klinik Assyifa Darussalam, percetakan banner, transportasi, serta jaringan ritel melalui Ausath Mart dan unit sembako.
Jumlah tersebut mencatatkan peningkatan dibandingkan tahun 2024, yang mana saat itu Koppontren Ausath Blokagung mengelola sedikitnya 13 unit usaha.
Bahkan, pada tahun 2026 ini, Koppontren Ausath Blokagung terus menunjukkan progresnya. Di bawah kepemimpinan KH Ahmad Munib Syafa’at, Lc, M.EI., koperasi pesantren ini bersiap untuk meluncurkan empat badan usaha baru.
Ekspansi bisnis tersebut akan menyasar sejumlah sektor strategis, mulai dari bidang kesehatan, percetakan Offset, hingga produksi air minum kemasan.
"Yang terbaru kita mau buat apotek, toko optik, yang nanti bakal di bawah pengelolaan Klinik Assyifa Darussalam, kemudian tempat percetakan hingga produksi air mineral kemasan, itu rencananya," kata KH Ahmad Munib Syafa’at, Selasa (28/4/2026).
Gus Munib, sapaan akrab KH Ahmad Munib Syafa’at itu, berharap Koppontren Ausath terus berkembang dan menjadi contoh bagi pondok pesantren lainnya. Dirinya menekankan pentingnya kemandirian ekonomi pesantren agar tidak hanya bergantung pada pemberian pihak lain.
“Bagaimana pesantren juga bisa menjadi lembaga usaha ekonomi yang mandiri yang bisa untuk membiayai usahanya sendiri,” tegasnya.
“Karena memang dari dulu pesantren itu adalah lembaga pendidikan yang pendiriannya juga atas kesadaran, keikhlasan dan perjuangan,” imbuh gus Munib. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


