Integrasikan Teori dan Praktik, Mahasiswa Polbangtan Malang Belajar di BBPTUHPT Baturaden
Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) menyelenggarakan kegiatan studi lapang yang berfokus pada implementasi teknologi produksi sapi perah organik.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Malang – Sebagai upaya memperkuat pemahaman teoritis sekaligus meningkatkan keterampilan praktis mahasiswa, Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) menyelenggarakan kegiatan studi lapang yang berfokus pada implementasi teknologi produksi sapi perah organik.
Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan gambaran menyeluruh mengenai proses budidaya, sertifikasi, hingga pemasaran susu organik, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk melakukan observasi langsung terkait prinsip dan alur pembibitan ternak sapi perah serta mengasah kemampuan analisis dan dokumentasi lapangan.
Studi lapang tersebut dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026, bertempat di BBPTUHPT Baturaden. Sebanyak 67 mahasiswa Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH) tingkat II semester genap, yang terdiri dari kelas PPKH 4A dan PPKH 4B, turut berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan materi pada mata kuliah Teknologi Produksi Ternak Perah.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Generasi muda pertanian diharapkan mampu menguasai mekanisasi dan inovasi guna meningkatkan produktivitas serta efisiensi sektor pertanian nasional.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas mahasiswa melalui pembelajaran lapangan menjadi kunci dalam mencetak SDM pertanian yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi tantangan pertanian modern.
Kepala Program Studi PPKH, Kartika Budi Utami, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung pembelajaran berbasis praktik.
“Kegiatan studi lapang ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran berbasis praktik yang kami terapkan di Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan. Kegiatan ini merupakan integrasi dari mata kuliah Teknologi Produksi Ternak Perah dan Pembibitan Ternak, sehingga mahasiswa dapat memahami keterkaitan antara aspek produksi dan sistem pembibitan secara utuh,” jelasnya.
Pemilihan BBPTUHPT Baturaden sebagai lokasi kegiatan dinilai sangat relevan dengan capaian pembelajaran, mengingat institusi ini memiliki peran strategis dalam pengelolaan bibit unggul sapi perah. Melalui kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga melihat secara langsung implementasi di lapangan, mulai dari manajemen pemeliharaan, produksi susu organik, hingga sistem seleksi, reproduksi, recording, dan sertifikasi bibit ternak.

Di Program Studi PPKH, pembelajaran dirancang secara komprehensif melalui kombinasi perkuliahan di kelas, praktikum di laboratorium, serta teaching factory berbasis project based learning. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pengayaan melalui kegiatan studi lapang, kuliah tamu dari dosen praktisi, program pemagangan, serta berbagai kegiatan peningkatan kapasitas dan sertifikasi kompetensi.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pengembangan soft skills dan pembinaan karakter mahasiswa. Karena diprogramkan secara akademik dan dikawal oleh program studi, mahasiswa dilibatkan secara aktif dalam pembentukan tim kepanitiaan, pengelolaan kegiatan, serta pelaksanaan acara bersama. Hal ini mendorong tumbuhnya kemampuan kepemimpinan, komunikasi, tanggung jawab, serta mempererat kerja sama antar mahasiswa.
Menurut Kartika, bahwa melalui pendekatan tersebut, pihaknya berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis di bidang peternakan, tetapi juga adaptif, kolaboratif, dan memiliki daya saing tinggi, baik untuk berkarier di industri maupun mengembangkan usaha mandiri di bidang peternakan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan hewan.
Secara keseluruhan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami penerapan sistem pemeliharaan, manajemen produksi susu, serta sistem pembibitan ternak di lapangan. Kegiatan dilakukan melalui observasi langsung terhadap manajemen kandang, pakan, kesehatan, sanitasi, dan kesejahteraan hewan, manajemen produksi sapi perah organik sesuai standar, sistem pembibitan ternak mulai dari seleksi hingga sertifikasi, serta penerapan teknologi peternakan. Mahasiswa juga melakukan pengumpulan data, analisis, dan dokumentasi sebagai bagian dari integrasi pengetahuan dan keterampilan dari mata kuliah Teknologi Produksi Ternak Perah dan Pembibitan Ternak. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


