Jelang Kelulusan, Murid SMADITA Malang Perkuat Bekal Kompetensi Menuju Masa Depan
Menjelang garis akhir masa belajar, murid kelas XII SMAS Diponegoro Tumpang Malang (SMADITA) tidak hanya menanti kelulusan, tetapi justru dipenuhi semangat untuk memantapkan kompetensi sebagai bekal masa depan.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Menjelang garis akhir masa belajar, murid kelas XII SMAS Diponegoro Tumpang Malang (SMADITA) tidak hanya menanti kelulusan, tetapi justru dipenuhi semangat untuk memantapkan kompetensi sebagai bekal masa depan.
Mereka memanfaatkan waktu tersisa dengan memperkuat kompetensi akademik, vokasi, dan spiritual melalui rangkaian program terarah yang disiapkan sekolah. Program tersebut di antaranya Pekan Karier, Uji Kompetensi Profesi, dan Spiritual and Character Building. Dengan visi mantap spiritual-cerdas intelektual-berdaya saing global, sekolah memastikan setiap calon lulusan melangkah dengan bekal nyata dan terukur.
Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum, Ana Sichatul Fitria, S.Pd., M.M., Gr, menjelaskan bahwa program Pekan Karier menjadi salah satu langkah strategis dalam meluaskan wawasan murid terhadap pilihan studi lanjutan. Melalui kerja sama dengan berbagai kampus swasta di Kota Malang, calon lulusan SMADITA memperoleh informasi langsung mengenai program studi hingga peluang beasiswa yang dapat menunjang keberlanjutan pendidikan mereka.

Ia melanjutkan bahwa penguatan keterampilan vokasi Double Track juga diwujudkan melalui persiapan Uji Kompetensi Profesi sebagai bentuk pengakuan resmi dari Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA). Bekerja sama dengan sejumlah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), murid kelas XII dijadwalkan mengikuti uji kompetensi pada 11 dan 13 Mei 2026. Sertifikat yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) diharapkan menjadi nilai tambah penting bagi lulusan dalam memasuki dunia kerja maupun merintis usaha mandiri.
Tak hanya berfokus pada aspek akademik dan vokasi, ia menambahkan, sekolah juga meneguhkan Spiritual and Character Building melalui aktivitas rutin salat Dhuha berjamaah, pengajian kitab kuning, serta Tashih Baca Tulis Al-Qur'an metode Yanbu'a. Seluruh program berlangsung mulai 28 April hingga 20 Mei 2026 dan tetap wajib diikuti meskipun pengumuman kelulusan nasional dijadwalkan pada 4 Mei 2026.

Kepala SMAS Diponegoro Tumpang, Wiwin Siswatini, M.Pd., Gr, menegaskan bahwa sebelum resmi dilantik sebagai alumni, seluruh murid masih berstatus pelajar yang berhak memperoleh layanan pendidikan terbaik hingga akhir. “Kami ingin lulusan tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan karakter yang kuat untuk bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Rangkaian program ini menegaskan bahwa kelulusan bukan sekadar akhir perjalanan belajar, melainkan awal langkah menuju masa depan yang lebih luas. Konsistensi menghadirkan program Pekan Karier, Uji Kompetensi Profesi, dan penguatan spiritual telah menjadi keunggulan khas sekolah yang memberi nilai tambah nyata bagi murid. Dengan bekal akademik yang kuat, keterampilan yang teruji, serta karakter yang matang, SMAS Diponegoro Tumpang Malang (SMADITA) semakin menegaskan diri sebagai salah satu pilihan SMA yang sangat layak dipertimbangkan bagi masyarakat yang menginginkan pendidikan berkualitas dan berorientasi pada masa depan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

