Advertisement
Indonesia Positif

Rektor UB Dampingi Menteri Kemdikbudristek Resmikan SPPG Tamalanrea Unhas

Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Widodo turut mendampingi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Brian Yuliarto dalam peresmian fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Universitas Hasanuddin (Unhas), Tamalanrea, Ma

TIMES Indonesia,
Rektor UB Dampingi Menteri Kemdikbudristek Resmikan SPPG Tamalanrea Unhas
Rektor UB, Prof. Widodo mendampingi Kemdikbudristek dan kepala BGN dalam peresmian SPPG Unhas. (FOTO: Instagram @widodo.ub)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Widodo turut mendampingi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Brian Yuliarto dalam peresmian fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Universitas Hasanuddin (Unhas), Tamalanrea, Makassar, Selasa (28/4/2026). 

Dalam kegiatan tersebut, Menteri bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), meninjau langsung fasilitas dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi bagian dari SPPG Unhas. Fasilitas ini menjadikan Unhas sebagai perguruan tinggi negeri pertama di Indonesia yang memiliki dapur MBG terintegrasi.

Advertisement

Dalam akun media sosialnya, Prof. Widodo menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan perspektif baru terkait pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam menjawab persoalan gizi nasional. Menurutnya, keterlibatan berbagai bidang seperti ahli gizi, teknologi pangan, hingga sektor agrikultur dan rantai pasok menjadi kunci dalam memastikan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.

“Ini memberikan perspektif baru tentang gotong royong dari berbagai keilmuan, mulai mulai ahli gizi, pakar teknologi pangan, hingga pejuang rantai pasok dan sektor agrikultur yang bahu-membahu memastikan ketercukupan gizi anak-anak kita,” ujarnya.

Dalam momentum tersebut, Prof. Widodo juga mengaku senang dapat bertemu dengan alumni UB yang turut berkontribusi dalam pengembangan fasilitas tersebut. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Peresmian SPPG Unhas dilakukan langsung oleh Menteri Kemdikbudristek, Brian Yuliarto. Ia menegaskan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga memiliki fungsi edukatif sebagai “teaching factory” bagi mahasiswa.

Melalui fasilitas ini, mahasiswa dapat terlibat langsung dalam praktik, riset, hingga pengembangan inovasi berbasis pangan dan gizi. Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi pusat pembelajaran teoritis, tetapi juga solusi nyata bagi permasalahan masyarakat.

Advertisement

Kepala BGN, Dadan Hindayana, turut menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung keberhasilan program MBG. Ia menyebut kampus memiliki kapasitas dalam menghadirkan inovasi teknologi, menjamin keamanan pangan, serta memberikan pelatihan yang berkelanjutan. 

Ia pun menambahkan bahwa SPPG Unhas sendiri dilengkapi dengan teknologi modern, seperti sistem reverse osmosis untuk pengolahan air serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Teknologi ini dinilai dapat menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan dapur gizi yang higienis dan berkelanjutan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia