TMMD 128 Probolinggo Bangun Harapan Baru untuk Mani di Rumah yang Lebih Layak
Rehabilitasi RTLH TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo di Desa Brabe capai 40 persen, mengubah rumah rapuh milik Mani menjadi hunian lebih aman dan bermartabat.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
PROBOLINGGO – Bagi Mani (60), perubahan itu datang perlahan dari susunan bata yang kini berdiri menggantikan bilik bambu lapuk di rumahnya. Di Dusun Klagin RT 19 RW 7, Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan titik balik bagi kehidupan seorang lansia yang selama ini tinggal dalam keterbatasan.
Kamis (30/4/2026), progres rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Mani telah mencapai 40 persen. Pondasi dan struktur utama mulai berdiri, menandai transformasi nyata dari hunian rapuh menuju rumah yang lebih layak, sehat, dan aman.
Sebelumnya, Mani hidup seorang diri di rumah berdinding anyaman bambu tua dengan lantai tanah dan atap bocor. Saat hujan turun, rasa nyaman nyaris tak ada. Kondisi seperti ini bukan hanya soal keterbatasan ekonomi, tetapi juga menyangkut kualitas hidup dan perlindungan dasar warga lanjut usia.
Melalui TMMD Ke-128, rumah tersebut direhabilitasi total. Satgas bersama warga bergotong royong mempercepat pembangunan, mulai dari pondasi hingga pemasangan bata bagian depan dan samping.
Praka Bayu dari Satgas TMMD menegaskan bahwa target utama bukan sekadar menyelesaikan pembangunan tepat waktu, tetapi menghadirkan rumah yang benar-benar kokoh untuk jangka panjang.
“Rumah Ibu Mani kami kebut, tetapi kualitas tetap utama agar beliau bisa tinggal dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Pernyataan ini memperlihatkan bahwa program RTLH memiliki dimensi sosial yang lebih luas dibanding pembangunan fisik biasa. Rumah yang layak menjadi fondasi bagi kesehatan, rasa aman, dan martabat warga.
Bagi Mani, setiap bata yang tersusun bukan sekadar material bangunan, melainkan simbol perubahan hidup. Dari teras rumah tetangga, ia menyaksikan langsung proses yang perlahan mengubah kecemasan masa tua menjadi harapan baru.
Partisipasi warga sekitar juga menjadi elemen penting. Gotong royong yang terjaga menunjukkan bahwa pembangunan desa paling bermakna terjadi ketika negara hadir dan masyarakat bergerak bersama.
TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo melalui pembangunan RTLH ini menegaskan bahwa pembangunan sejati tidak hanya membangun fasilitas umum, tetapi juga menyentuh ruang paling personal warga: rumah sebagai tempat berlindung.
Bagi Mani, rumah baru itu kelak bukan sekadar bangunan pengganti, melainkan penanda bahwa di usia senja pun, harapan masih bisa dibangun kembali. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


