Advertisement
Indonesia Positif

Dialog Interaktif, Cara Dewi Juliani Serap Aspirasi di Meranti Saat Reses

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Juliani, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar reses di Desa Kedabu Rapat, Kabupaten Kepulauan Meranti.

TIMES Indonesia,
Dialog Interaktif, Cara Dewi Juliani Serap Aspirasi di Meranti Saat Reses
Dialog Interaktif, Cara Dewi Juliani Serap Aspirasi di Meranti Saat Reses. (FOTO: ist)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JAKARTA Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Juliani, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar reses di Desa Kedabu Rapat, Kabupaten Kepulauan Meranti. Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan kebutuhan terkait infrastruktur desa, akses jalan, kondisi sekolah, hingga honor guru.

Dewi mengatakan kegiatan reses menjadi momentum penting untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat dan membawa usulan tersebut ke tingkat pusat.

Advertisement

“Saya hadir di sini untuk menyerap aspirasi masyarakat. Apa yang bisa saya perjuangkan, tentu akan saya perjuangkan,” kata Dewi di hadapan warga, (30/4/2026).

Dalam dialog, warga turut menyampaikan kondisi tanggul desa yang membutuhkan perhatian karena berdampak pada aktivitas masyarakat dan lahan pertanian saat musim tertentu.

Menanggapi hal itu, Dewi menyebut persoalan tanggul memerlukan koordinasi lintas instansi karena berkaitan dengan kewenangan sektor teknis dan infrastruktur. Meski demikian, ia memastikan aspirasi warga tetap menjadi perhatian.

“Masalah tanggul ini memang berkaitan dengan instansi teknis. Tetapi aspirasi bapak ibu saya terima, saya bawa, dan akan saya perjuangkan,” ujarnya.

Selain itu, warga juga mengeluhkan akses jalan penghubung antarwilayah yang rusak dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.

Advertisement

Dewi meminta masyarakat menyiapkan proposal serta dokumen pendukung agar usulan tersebut dapat diproses lebih lanjut.

“Nanti aspirasi ini sudah dicatat staf saya. Untuk tahap berikutnya perlu proposal dan kelengkapan persyaratan agar bisa kami tindak lanjuti,” kata dia.

Dalam sesi tanya jawab, perwakilan warga lainnya juga menyampaikan kondisi sekolah yang membutuhkan renovasi atap, meja, dan kursi yang sudah rusak. Selain itu, warga meminta perhatian terhadap honor guru serta bantuan seragam pengajian.

Menjawab hal itu, Dewi mengatakan usulan perbaikan sekolah akan dimasukkan dalam daftar perjuangan program berikutnya.

“Karena ini menyangkut pendidikan anak-anak, tentu akan saya perjuangkan. Untuk bantuan seragam pengajian, nanti saya bantu secara pribadi dan akan dikoordinasikan dengan tim,” ujar Dewi.

Ia menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan akan diperjuangkan sesuai kewenangan yang ada.

“Ini sudah menjadi tugas saya dan akan saya perjuangkan semaksimal mungkin,” pungkas Dewi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rafyq Panjaitan
PenulisRafyq PanjaitanSarjana Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (Angkatan 2012, Lulus 2016). Bergabung di TIMES Indonesia sejak Januari 2023. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia