8 Atlet IBCA MMA Kabupaten Blitar Siap Tampil di Kejurprov Sirkuit 2 Surabaya
Delapan atlet IBCA MMA Kabupaten Blitar tampil di Kejurprov Sirkuit 2 Surabaya sebagai bagian pembinaan dan regenerasi menuju level nasional.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
BLITAR – Delapan atlet Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA) MMA Kabupaten Blitar dijadwalkan tampil dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur Sirkuit 2 yang digelar di GOR Pancasila, Surabaya, pada 1–3 Mei 2026. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus penguatan regenerasi atlet bela diri campuran di daerah.
Tim Blitar yang didominasi atlet muda akan bersaing di sejumlah kategori. Dari total delapan atlet, satu atlet turun di nomor Mixed Martial Arts (MMA), sementara tujuh lainnya berlaga di kelas stand-up fighting.
Pelatih IBCA MMA Kabupaten Blitar, Fafik Nurul Huda, menyebut Kejurprov merupakan agenda rutin yang memiliki peran strategis dalam menjaring atlet potensial.
“Kejuaraan ini digelar tiga kali dalam setahun. Hasilnya menjadi dasar pembinaan lanjutan untuk level nasional hingga internasional, termasuk persiapan menuju PON Bela Diri II 2026 di Makassar,” ujarnya.
Menurut Fafik, mayoritas atlet yang dikirim berada pada kategori youth (remaja), serta dua atlet di kategori junior. Ia menilai kejuaraan ini penting sebagai ruang uji kemampuan sekaligus pembentukan mental tanding.
Saat ini, IBCA Kabupaten Blitar juga tengah memasuki masa transisi kepengurusan. Kondisi tersebut dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat proses pencarian dan pembinaan atlet baru.
“Atlet yang kami kirim sebagian besar masih tahap awal pembinaan. Fokus kami memang pada pembibitan untuk jangka panjang,” katanya.
Meski demikian, persiapan fisik dan mental atlet disebut telah dilakukan secara maksimal. Tim menargetkan hasil kompetitif dengan pendekatan bertahap.
Untuk nomor MMA, target yang dibidik adalah medali emas. Sementara pada kelas stand-up fighting, tim menargetkan capaian medali perak sebagai bagian dari proses peningkatan jam terbang atlet.
Kejurprov ini juga menjadi kesempatan bagi atlet muda Blitar untuk menambah pengalaman bertanding serta mengukur kemampuan di tingkat provinsi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


