Advertisement
Indonesia Positif

Warga dan Mahasiswa di Banyuwangi, Sulap Bekas Galian C Jadi Kolam Budidaya Ikan

Warga Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur. Berkolaborasi dengan aktivis mahasiswa, warga menyulap lahan bekas galian C menjadi kolam budidaya ikan produktif.

TIMES Indonesia,
Warga dan Mahasiswa di Banyuwangi, Sulap Bekas Galian C Jadi Kolam Budidaya Ikan
Warga Desa Badean membersihkan lumut di bekas galian C. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANYUWANGI Upaya pemulihan lingkungan pasca tambang yang kreatif dilakukan oleh warga Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur. Berkolaborasi dengan aktivis mahasiswa, warga menyulap lahan bekas galian C menjadi kolam budidaya ikan produktif.

Inisiatif positif ini mendapat restu langsung dari pemilik lahan, Michael Edy Hariyanto, SH, MH. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Banyuwangi itu memberikan dukungannya agar lahan tersebut dikelola secara produktif oleh masyarakat.

Advertisement

Adapun pihak yang terjun langsung dalam pengelolaan ini adalah warga setempat yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Pecinta Lingkungan Desa Badean, didampingi aliansi mahasiswa lintas organisasi, mulai dari HMI, GMNI, hingga Mukadimah Institute.

Ketua Komunitas Masyarakat Pecinta Lingkungan Desa Badean, Hadiq, menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan ini berangkat dari kepedulian warga. Mengingat, lokasi bekas galian yang berbentuk kolam luas tersebut sempat memakan korban jiwa akibat warga luar desa yang nekat mencari ikan tanpa mengindahkan peringatan bahaya.

"Daripada ditutup, warga lebih memilih memanfaatkannya. Selain sebagai penampung air saat hujan deras agar tidak banjir, kolam ini juga jadi waduk bagi pertanian saat kemarau," ujar Hadiq, Kamis (1/5/2026).

bekas galian C
Aliansi mahasiswa lintas organisasi saat meninjau bekas galian C di Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia). 

Rencananya, area tersebut akan dikembangkan dengan konsep terintegrasi, meliputi tambak apung, aquaponik selada, budidaya bebek, hingga rumah apung. Ke depan, lokasi ini diproyeksikan tidak hanya menjadi sumber ekonomi, tapi juga destinasi wisata edukasi bagi pelajar.

Advertisement

Senada dengan warga, Lurah Mukadimah Institute, Mahasin Haikal Amanullah, menilai langkah ini sebagai terobosan baru di Bumi Blambangan. Khususnya dalam penanganan pasca tambang.

"Kita meniru Sumedang, di mana bekas galian jadi Hidden Gem. Ini yang belum pernah dilakukan di Banyuwangi. Mengkritik bekas tambang saja tidak cukup, kita butuh solusi nyata dengan mengubahnya menjadi hal produktif," tegasnya.

Haikal berharap inisiatif ini bisa menjadi percontohan bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi agar mendorong reklamasi lahan bekas tambang galian C di wilayah lain menjadi hal serupa. 

Dukungan juga mengalir dari Ketua GMNI Banyuwangi, Riyan Bachtiar. Dia menyatakan siap mengawal kreativitas warga agar mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Sementara itu, Michael Edy Hariyanto selaku pemilik lahan mengaku bangga dengan inisiatif tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara warga dan mahasiswa ini adalah solusi cerdas yang membawa banyak manfaat bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Ini luar biasa. Pemikiran cerdas yang bisa mendatangkan kemanfaatan seperti ini tentu akan saya dukung sepenuhnya,” tandas pria yang juga menjabat Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi ini.

Sebagai langkah awal, dalam beberapa hari ke depan, warga dan mahasiswa akan bergotong royong membersihkan area kolam dari lumut dan tumbuhan liar sebelum mulai menebar bibit ikan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syamsul Arifin
PenulisSyamsul ArifinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2016. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia