SDN 1 Tanjunglor Pacitan Dirikan Madin Al-Misbah untuk Cetak Generasi Islami
SDN 1 Tanjunglor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitn mendirikan Madrasah Diniyah (Madin) Al-Misbah sebagai ikhtiar mencetak generasi islami sejak usia sekolah dasar.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Pacitan – Menembus keterbatasan geografis wilayah pegunungan, SDN 1 Tanjunglor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitn mendirikan Madrasah Diniyah (Madin) Al-Misbah sebagai ikhtiar mencetak generasi islami sejak usia sekolah dasar.
Langkah ini menjadi terobosan tersendiri bagi sekolah yang berada di Dusun Banar Jaya, Desa Tanjunglor. Di tengah akses wilayah yang tak selalu mudah, kehadiran Madin tersebut sekaligus menjawab kebutuhan penguatan pendidikan agama bagi siswa di kawasan pelosok.
Pendirian Madin Al-Misbah juga menjadi respons cepat atas program integrasi pendidikan Madrasah Diniyah ke jenjang SMP yang tengah didorong Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan. Alih-alih menunggu, pihak sekolah memilih bergerak lebih awal dengan menyiapkan pondasi pendidikan keagamaan sejak tingkat dasar.
Kepala SDN 1 Tanjunglor Henri Suprapto mengatakan, madrasah yang dibentuk itu masuk kategori Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA/Ula) karena menyasar peserta didik sekolah dasar.
“Kami berada di Dusun Banar Jaya, Desa Tanjunglor, yang notabene daerah pegunungan. Melalui MADIN Al-Misbah ini, kami ingin memastikan keterbatasan geografis bukan penghalang bagi siswa untuk mendapatkan pendidikan agama yang mumpuni,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Menurut Henri, keberadaan Madin Al-Misbah bukan semata program sekolah, melainkan hasil gotong royong bersama masyarakat setempat. Sebanyak lima pengajar dari warga sekitar dilibatkan untuk mendukung proses pembelajaran, dengan koordinasi dipimpin Sujud.
Kolaborasi ini, kata dia, menjadi bukti bahwa penguatan karakter keagamaan tak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi perlu dukungan penuh dari lingkungan sekitar.
Sebelum resmi berjalan, pihak sekolah juga lebih dulu berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Ngadirojo. Dukungan pun datang dari Ketua FKDT setempat, Nur Saifudin.
“Bapak Nur Saifudin selaku Ketua FKDT sangat mendukung. Beliau mengapresiasi karena selama ini memang belum ada MADIN di Desa Tanjunglor. Ini menjadi pionir bagi desa kami,” tambah Henri.
Madin Al-Misbah mulai beroperasi sejak awal semester genap Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan belajar digelar dua kali sepekan, setiap Senin dan Kamis, selepas salat Dhuhur berjamaah hingga pukul 14.00 WIB.
Bagi SDN 1 Tanjunglor, keberadaan madrasah ini bukan sekadar tambahan jam belajar. Ada harapan besar yang dititipkan melalui ruang belajar sederhana di lereng pegunungan tersebut.
“Semoga dengan upaya yang kami lakukan bersama para pengajar, kelak muncul generasi penerus, khususnya dari Dusun Banar Jaya, yang mampu membawa lingkungan ini menjadi lebih islami dan lebih baik lagi di masa depan,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


