TMMD 128 Gresik Perkuat Gotong Royong Warga Slempit lewat Pembangunan Jalan Poros
Pengerasan jalan poros Desa Slempit dalam TMMD 128 Gresik menjadi simbol kebersamaan TNI dan warga membangun akses masa depan desa.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
GRESIK – TMMD 128 Gresik kembali memperlihatkan bahwa pembangunan desa bukan hanya tentang alat berat dan material, tetapi juga tentang semangat kolektif. Di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, pengerasan jalan poros desa yang tengah dikebut menjadi gambaran nyata bagaimana kebersamaan TNI dan masyarakat menjadi motor pembangunan.
Sabtu (2/5/2026), anggota Satgas TMMD bersama warga bekerja bergotong royong meratakan dan memadatkan material jalan sebagai tahap penting menuju pengecoran. Di lapangan, keterlibatan warga bukan sekadar membantu pekerjaan fisik, tetapi juga menunjukkan tumbuhnya rasa memiliki terhadap pembangunan desa.
Dankisatgas TMMD Kapten Arh Kuntoko hadir langsung memantau progres sekaligus memberi motivasi kepada personel dan masyarakat.
Kehadiran pimpinan lapangan tersebut menegaskan bahwa TMMD 128 Gresik dibangun melalui kedekatan antara TNI dan rakyat, bukan sekadar pendekatan proyek.
“Sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan program TMMD,” tegas Kapten Kuntoko.
Bagi warga Desa Slempit, jalan poros yang dibangun bukan hanya sarana transportasi, tetapi jalur penting yang akan menopang aktivitas pertanian, distribusi hasil panen, dan mobilitas harian.
Semangat gotong royong yang terlihat selama pengerjaan menjadi nilai sosial yang sama pentingnya dengan hasil fisik pembangunan itu sendiri. Jalan yang dibangun bersama akan melahirkan rasa tanggung jawab bersama pula.
TMMD 128 Gresik melalui pembangunan jalan poros ini menegaskan bahwa desa maju lahir dari dua kekuatan utama: infrastruktur yang berkembang dan solidaritas sosial yang terjaga. Dari pengerasan jalan di Slempit, pembangunan desa bergerak bukan hanya menuju akses yang lebih baik, tetapi juga kebersamaan yang semakin kokoh.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


