Advertisement
Indonesia Positif

Borong Juara Pencak Silat O2SN, SDN Kebonagung Kirim Wakil ke Tingkat Kabupaten Pacitan

SDN Kebonagung kembali unjuk gigi di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Kebonagung. Dua siswa kelas 5 sukses memborong prestasi cabang pencak silat seni tunggal.

TIMES Indonesia,
Borong Juara Pencak Silat O2SN, SDN Kebonagung Kirim Wakil ke Tingkat Kabupaten Pacitan
Dua siswa kelas 5 SDN Kebonagung juarai O2SN cabor pencak silat, salah satunya lanjut ke Kabupaten Pacitan. (FOTO: Ida Sudarti for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

PACITAN SDN Kebonagung kembali unjuk gigi di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Kebonagung. Dua siswa kelas 5 sukses memborong prestasi cabang pencak silat seni tunggal. Haidar Rakka Assaid mempertahankan gelar juara pertama untuk dua tahun beruntun, sementara Aulia Oktaviane meraih posisi runner-up pada kompetisi yang digelar di Aula Korwil Kecamatan Kebonagung, 16 April lalu.

Hasil itu mengantar Haidar melaju ke O2SN tingkat Kabupaten Pacitan yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Mei 2026. Siswa kelas 5 tersebut kembali menjadi wakil Kecamatan Kebonagung setelah tampil sebagai peraih nilai tertinggi di nomor putra.

Advertisement

Prestasi ini sekaligus menegaskan konsistensi SDN Kebonagung dalam pembinaan olahraga pencak silat di tingkat sekolah dasar. Di tengah persaingan pesilat dari seluruh SD se-Kecamatan Kebonagung, kedua siswa itu mampu tampil meyakinkan saat membawakan jurus tunggal baku di hadapan dewan juri.

Pelatih ekstrakurikuler pencak silat SDN Kebonagung Agus Triono, S.Pd menyebut hasil tersebut merupakan buah dari latihan disiplin yang dijalani para siswa.

“Alhamdulillah, Haidar bisa mempertahankan gelar, sementara Aulia pecah telur dengan juara 2. Latihan tiga kali seminggu, bahkan subuh juga jalan. Hasil memang nggak pernah mengkhianati proses. Untuk Haidar, sekarang fokus persiapan tempur di kabupaten 19 Mei nanti. Aulia juga terus kita poles supaya tahun depan bisa naik jadi juara 1,” ujarnya.

SDN Kebonagung 2

Menurut Agus, capaian Haidar bukan hal instan. Siswa yang mulai menekuni pencak silat sejak kelas 3 itu dinilai punya disiplin latihan yang kuat. Konsistensi tersebut menjadi modal penting menghadapi persaingan di level kabupaten.

Advertisement

Kepala SDN Kebonagung Endang Sulasih, S.Pd mengaku bangga atas capaian anak didiknya. Baginya, keberhasilan ini bukan sekadar soal medali, melainkan bukti bahwa pembinaan talenta di sekolah berjalan efektif.

“Saya merasa bangga dengan pencapaian murid-murid kami. Ada yang sudah dua kali berturut-turut menjadi juara pencak silat tingkat kecamatan. Artinya, anak didik kami kembali membawa nama harum Kecamatan Kebonagung ke tingkat kabupaten,” tuturnya.

Ia berharap torehan serupa terus lahir dari siswa-siswi SDN Kebonagung di berbagai ajang prestasi.

“Semoga di tahun-tahun berikutnya semakin banyak murid kami yang berprestasi, baik di O2SN, FLS3N, maupun OSN,” imbuhnya.

Bagi Haidar, kemenangan kali ini menjadi pelecut untuk tampil lebih maksimal di level berikutnya. Siswa yang bercita-cita menjadi anggota TNI itu mengaku kini sepenuhnya fokus menjalani persiapan.

“Alhamdulillah bisa juara lagi. Sekarang fokus latihan buat O2SN kabupaten 19 Mei,” ucapnya singkat.

Sementara itu, Aulia Oktaviane tak kalah antusias. Raihan juara dua menjadi pengalaman berharga bagi siswi yang juga mulai berlatih silat sejak kelas 3 tersebut.

“Senang banget dapat juara 2. Tahun depan mau coba lagi biar bisa juara 1,” katanya.

Sebagai informasi, O2SN merupakan ajang talenta tahunan yang digelar Kemendikbudristek untuk menjaring bibit atlet berprestasi sejak jenjang sekolah dasar. Khusus cabang pencak silat, juara pertama tingkat kabupaten nantinya berhak melaju mewakili Pacitan ke tingkat Provinsi Jawa Timur. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia