TMMD 128 Probolinggo Bangun Sanitasi Tariyah, Dari Sungai ke MCK Layak Huni
Sanitasi TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo di Desa Brabe capai 40 persen, membuka akses MCK layak bagi keluarga yang selama ini bergantung pada sungai.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
PROBOLINGGO – Bagi sebagian keluarga di pedesaan, sanitasi layak masih menjadi kemewahan yang belum sepenuhnya terjangkau. Di Dusun Sumur RT 14 RW 05, Desa Brabe, Kecamatan Maron, keluarga Tariyah selama ini harus menempuh jarak menuju sungai untuk kebutuhan mandi, cuci, dan buang air.
Kondisi tersebut kini mulai berubah melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo.
Minggu (3/5/2026), pembangunan sanitasi layak huni untuk rumah Tariyah telah mencapai progres 40 persen. Fasilitas ini dirancang untuk menghadirkan kamar mandi dan sistem pembuangan yang lebih sehat, aman, serta manusiawi bagi keluarga penerima manfaat.
Pembangunan sanitasi bukan sekadar proyek fisik skala kecil. Dalam perspektif kesehatan masyarakat, akses MCK yang layak berkaitan langsung dengan pencegahan penyakit berbasis lingkungan, kualitas hidup keluarga, hingga perlindungan kelompok rentan.
Serma Rustam, Babinsa Desa Brabe yang juga terlibat dalam Satgas TMMD, menegaskan bahwa proyek ini menjadi prioritas karena menyentuh kebutuhan dasar keluarga.
“Target kami, fasilitas ini selesai sebelum penutupan TMMD,” ujarnya.
Tahapan pembangunan meliputi pondasi, dinding, saluran pembuangan, lantai, plesteran, dan instalasi pipa air bersih. Dengan material yang telah tersedia, pengerjaan berlangsung relatif lancar.
Bagi Tariyah, pembangunan ini menghadirkan perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari. Selama bertahun-tahun, keterbatasan sanitasi bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga risiko kesehatan dan beban aktivitas rumah tangga.
Keterlibatan warga dalam gotong royong juga memperlihatkan bahwa pembangunan sanitasi dapat menjadi gerakan kolektif, bukan sekadar bantuan individual.
Program seperti ini penting karena persoalan sanitasi kerap luput dibanding proyek jalan atau bangunan umum, padahal dampaknya sangat mendasar terhadap kualitas kesehatan keluarga.
TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo melalui pembangunan sanitasi di rumah Tariyah menunjukkan bahwa pembangunan desa yang menyentuh kebutuhan dasar dapat menciptakan perubahan paling nyata.
Dari kebiasaan menuju sungai hingga hadirnya MCK layak di rumah sendiri, perubahan ini bukan hanya soal fasilitas baru, tetapi juga tentang martabat hidup yang lebih sehat dan aman. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


