RTLH Seniwati 85 Persen, TMMD Ubah Hidup Buruh Tani Brabe
Progres RTLH Seniwati capai 85 persen, TMMD Ke-128 dorong perubahan kualitas hidup buruh tani di Desa Brabe.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
PROBOLINGGO – Di tengah upaya pemerataan pembangunan desa, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo mulai menunjukkan dampak nyata pada lapisan masyarakat paling rentan. Salah satunya dialami Seniwati, seorang buruh tani di Desa Brabe yang kini hampir memiliki rumah layak huni.
Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Seniwati di Dusun Klagin RT 15 RW 7 telah mencapai progres 85 persen per Senin (04/05/2026). Capaian ini menjadi penanda bahwa intervensi pembangunan berbasis kebutuhan dasar mulai menyentuh kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Sebelumnya, rumah Seniwati berada dalam kondisi memprihatinkan. Atap seng berkarat, dinding bambu rapuh, serta lantai tanah membuat aktivitas keluarga terganggu, terutama saat hujan. Situasi ini tidak hanya memengaruhi kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.
Melalui program TMMD, rumah tersebut direhabilitasi secara menyeluruh. Struktur bangunan kini diperkuat dengan dinding bata, lantai dicor, serta rangka atap baru yang lebih kokoh. Saat ini, pengerjaan memasuki tahap akhir berupa pemasangan plafon, pintu, jendela, dan pengecatan.
Babinsa Desa Brabe, Serma Rustam, menegaskan bahwa program RTLH menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. “Kami ingin memastikan warga memiliki hunian yang aman dan layak. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga upaya meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Dari perspektif pembangunan, RTLH menjadi indikator penting dalam pengentasan kemiskinan struktural. Hunian yang layak berkontribusi terhadap kesehatan keluarga, produktivitas kerja, serta stabilitas sosial di tingkat desa.
Seniwati mengaku perubahan ini menjadi titik balik dalam kehidupannya. Ia tak lagi dihantui kekhawatiran saat hujan turun.
“Dulu kalau hujan bocor di mana-mana. Sekarang rumah sudah bagus dan kuat. Saya sangat bersyukur,” ungkapnya.
Dengan progres yang hampir rampung, TMMD Ke-128 tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi warga. Hunian layak menjadi fondasi penting dalam mendorong kualitas hidup masyarakat desa secara berkelanjutan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


