UNIPMA Jalin Kerjasama dengan SMAN 1 Kedunggalar, Perkuat Implementasi Tri Dharma
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unipma Madiun (Universitas PGRI Madiun) resmi menjalin kerjasama strategis dengan SMAN 1 Kedunggalar, Ngawi
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MADIUN – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unipma Madiun (Universitas PGRI Madiun) resmi menjalin kerjasama strategis dengan SMAN 1 Kedunggalar, Ngawi dalam upaya memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme ini menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan kerjasama ini dihadiri oleh Wakil Dekan FKIP UNIPMA, dosen, Kepala Sekolah SMAN 1 Kedunggalar, guru, serta civitas akademika yang terlibat langsung dalam program kolaboratif tersebut. Dekan FKIP menegaskan bahwa kemitraan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen nyata untuk menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Kerjasama ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata, khususnya dalam peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah serta penguatan peran perguruan tinggi dalam mendampingi satuan pendidikan,” ujar Dr. Edy Suprapto, M.Pd., Wakil Dekan FKIP UNIPMA, Senin (4/5/2026).

SMAN 1 Kedunggalar menyambut baik kolaborasi ini sebagai peluang untuk meningkatkan kapasitas guru dan kualitas pembelajaran di sekolah. “Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi positif antara SMANIKE dan UNIPMA Madiun, sebagai langkah awal untuk menghasilkan inovasi dan wajah baru SMANIKE yang lebih baik,” ungkap Andrias Marstanto Setyo Pranoto, M.Pd. Kepala SMAN 1 Kedunggalar, Ngawi.
Setelah prosesi penandatanganan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan In House Training (IHT) yang mengusung tema penyusunan modul ajar berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang terintegrasi dengan teknologi kecerdasan artifisial (AI). Kegiatan ini menjadi sorotan utama karena relevansinya dengan transformasi pendidikan di era digital. Hadir sebagai narasumber utama, Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si menyampaikan materi secara komprehensif mengenai konsep pembelajaran mendalam yang berfokus pada penguatan pemahaman konsep, berpikir kritis, serta penerapan teknologi AI dalam proses pembelajaran.
Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya guru untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna.“Pembelajaran mendalam tidak hanya menekankan pada hasil, tetapi juga proses berpikir siswa. Integrasi AI dalam modul ajar dapat membantu guru merancang pembelajaran yang lebih personal, adaptif, dan kontekstual,” jelas Dr. Linda.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan dinamis. Peserta, yang terdiri dari guru SMAN 1 Kedunggalar, terlihat aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mencoba langsung menyusun modul ajar berbasis AI sesuai dengan bidang studi masing-masing. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya kesadaran akan pentingnya inovasi dalam pembelajaran.

Tidak hanya teori, pelatihan ini juga terdapat tugas mandiri berupa praktik langsung dalam mengembangkan modul ajar yang terstruktur, berbasis kebutuhan siswa, dan memanfaatkan teknologi AI sebagai alat bantu pembelajaran. Hal ini diharapkan dapat segera diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. “kegiatan ini sangat bermanfaat dan memotivasi saya untuk menyusun pembelajaran inovatif dan siap diimplementasikan di eklas,” ungkap Daniar Dinastiti, S.Pd.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi refleksi dan rencana tindak lanjut, di mana kedua belah pihak berkomitmen untuk terus mengembangkan program kolaborasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Kerja sama ini diharapkan menjadi model kemitraan yang inspiratif bagi institusi pendidikan lainnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UNIPMA Madiun dan SMAN 1 Kedunggalar menunjukkan bahwa kolaborasi lintas jenjang pendidikan merupakan kunci dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital, sekaligus mewujudkan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berdampak. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

