Advertisement
Indonesia Positif

TMMD 128 Gresik Tampilkan Sisi Emosional, Anak-anak Slempit Cairkan Suasana Pembangunan

Di balik derap pembangunan TMMD 128 Gresik di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, tersimpan cerita sederhana yang menyentuh sisi emosional. Tawa anak-anak desa menjadi jeda yang menghangatkan suasana kerja para anggota Satgas TNI.

TIMES Indonesia,
TMMD 128 Gresik Tampilkan Sisi Emosional, Anak-anak Slempit Cairkan Suasana Pembangunan
Interaksi anak-anak dan Satgas TMMD 128 Gresik di Slempit menghadirkan sisi emosional dan humanis di tengah pembangunan desa.
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

GRESIK Di balik derap pembangunan TMMD 128 Gresik di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, tersimpan cerita sederhana yang menyentuh sisi emosional. Tawa anak-anak desa menjadi jeda yang menghangatkan suasana kerja para anggota Satgas TNI.

Selasa (5/5/2026), di tengah cuaca siang yang bersahabat, anak-anak tampak mendekati area kegiatan TMMD tanpa rasa takut. Mereka berbaur dengan para prajurit yang sedang beristirahat, menciptakan suasana akrab yang jarang terlihat di tengah pekerjaan fisik.

Advertisement

Tanpa jarak dan tanpa formalitas, percakapan ringan pun terjalin. Anak-anak berbagi cerita tentang sekolah, permainan, hingga impian mereka di masa depan. Para anggota Satgas menyambut dengan senyum dan perhatian penuh.

Suasana itu perlahan berubah menjadi ruang kebersamaan yang hangat. Tawa pecah berulang kali, menandakan cairnya batas antara seragam loreng dan dunia anak-anak desa.

Pratu Fajri menyampaikan bahwa interaksi seperti ini menjadi bagian penting dari pengabdian TNI di lapangan.

“Kami hadir untuk membuat mereka tersenyum, karena kami dari rakyat,” katanya.

Salah satu anak, Rini, bahkan mengaku sempat memiliki persepsi berbeda terhadap sosok tentara sebelum akhirnya berinteraksi langsung.

Advertisement

“Pak saya tadi takut dengan pak tentara baju hitam, mukanya galak. Ternyata bapak itu baik sekali, senang saya Pak,” ujarnya polos.

Momen sederhana ini menjadi pengingat bahwa TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang membangun kedekatan emosional antara TNI dan masyarakat.

Di Desa Slempit, kebersamaan itu menjadi bagian kecil yang memberi arti besar bagi proses pembangunan yang sedang berlangsung. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia