Advertisement
Indonesia Positif

BHS Minta Satgas Pangan dan Bulog Buka Hotline Pengaduan Harga Bahan Pokok

Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan bersama Perum Bulog membuka layanan hotline

TIMES Indonesia,
BHS Minta Satgas Pangan dan Bulog Buka Hotline Pengaduan Harga Bahan Pokok
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat meninjau gudang modern Bulog di kawasan Jalan Panjang Jiwo, Rungkut, Surabaya, Senin (4/5/2026). (Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SURABAYA Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan bersama Perum Bulog membuka layanan hotline pengaduan bagi masyarakat terkait gejolak harga dan ketersediaan bahan pokok (bapok).

Permintaan tersebut disampaikan saat meninjau gudang pemasaran modern Bulog Jawa Timur di kawasan Rungkut Surabaya, sebagai upaya mempercepat respons terhadap fluktuasi harga di pasar.

Advertisement

“Satgas Pangan harus punya hotline, Bulog juga harus punya hotline. Jadi masyarakat bisa langsung melapor jika terjadi gejolak harga atau kesulitan mendapatkan bahan pokok,” kata Bambang, Senin (4/5/2026).

Ia menilai keberadaan hotline penting untuk memotong rantai birokrasi pelaporan sehingga penanganan di lapangan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Menurut Bambang, selama ini masyarakat kerap menyampaikan keluhan melalui anggota dewan,  dengan adanya saluran resmi, laporan bisa langsung ditindaklanjuti oleh instansi terkait.

“Pedagang pasar, asosiasi, maupun masyarakat umum bisa langsung menghubungi tanpa harus melalui DPR. Ini akan mempercepat stabilisasi,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta Kementerian Perdagangan turut menyediakan layanan serupa guna memperkuat pengawasan distribusi dan harga di tingkat pasar.

Advertisement

Dalam kesempatan tersebut, Bambang turut menyoroti pentingnya peran Bulog sebagai stabilisator harga. 

Ia menyebut stok minyak goreng di Jawa Timur saat ini sekitar 500 ribu liter atau baru sekitar 10 persen dari kebutuhan masyarakat yang mencapai 4,5 juta liter per tahun.

Menurutnya ketersediaan stok ini harus ditingkatkan minimal 20 persen agar fungsi stabilisasi berjalan optimal, terutama untuk mengantisipasi potensi kartelisasi.

Ia menambahkan, intervensi cepat melalui operasi pasar terbukti mampu menekan harga.

 Sebelumnya, harga minyak goreng sempat naik hingga Rp22.000 per liter, namun kembali stabil sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp14.700 setelah dilakukan distribusi oleh Bulog.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanwil Jawa Timur Sugeng Hardono menyatakan pihaknya berkomitmen menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan sesuai penugasan pemerintah.

“Bulog terus melakukan distribusi dan memastikan stabilitas harga di masyarakat. Kami siap mendukung berbagai langkah, termasuk jika diminta menyiapkan sistem pengaduan,” kata Sugeng.

Ia juga menambahkan, optimalisasi gudang baru Bulog yang lebih modern di kawasan Rungkut Surabaya itu diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap komoditas pangan serta memperkuat fungsi stabilisasi harga di daerah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Lely Yuana
PenulisLely YuanaPernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 8 September 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, birokrasi, hukum, gaya hidup, seni dan budaya, serta isu sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia