TMMD 128 Probolinggo Percepat RTLH Lansia, Rumah Mbah Rafiah 60%
Program TMMD 128 Probolinggo percepat rehab rumah lansia Mbah Rafiah di Desa Brabe. Progres capai 60 persen, target selesai sebelum penutupan.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
PROBOLINGGO – Isu kelayakan hunian bagi kelompok rentan masih menjadi pekerjaan rumah di banyak wilayah pedesaan. Di Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, program TMMD 128 Probolinggo mulai menjawab persoalan tersebut melalui rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), khususnya bagi warga lanjut usia.
Salah satu penerima manfaat adalah Mbah Rafiah (83), warga Dusun Klagin RT 19 RW 7. Rumah yang selama ini ia tempati dalam kondisi memprihatinkan atap bocor, dinding kayu lapuk, dan lantai tanah kini tengah direnovasi dengan progres mencapai 60 persen.
Pengerjaan dimulai sejak pekan kedua TMMD dengan fokus awal pada pembongkaran bagian rusak dan penguatan struktur. Hingga saat ini, pondasi, rangka atap baru, serta pengecoran lantai telah rampung. Tahap berikutnya difokuskan pada pemasangan dinding batu bata dan persiapan plafon.
Data lapangan menunjukkan, percepatan pengerjaan didukung cuaca yang relatif cerah serta ketersediaan material yang memadai. Hal ini membuat distribusi logistik tidak mengalami kendala berarti.
Anggota Satgas TMMD Ke-128, Pratu Cahya, menegaskan bahwa rehabilitasi RTLH bagi lansia menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan aspek keselamatan.
“RTLH milik Mbah Rafiah sudah mencapai 60 persen. Struktur utama sudah selesai, sekarang kami lanjutkan pemasangan dinding dan plafon. Targetnya sebelum penutupan TMMD, rumah ini sudah layak huni,” ujarnya.
Dari perspektif pembangunan sosial, intervensi pada hunian lansia memiliki dampak signifikan. Rumah yang layak tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga mengurangi risiko kesehatan akibat kondisi lingkungan yang tidak memadai.
Mbah Rafiah mengaku tidak menyangka rumahnya bisa diperbaiki di usia senja. “Dulu kalau hujan bocor dan dingin, sekarang sudah mulai bagus. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI,” tuturnya.
Dengan target penyelesaian sebelum 21 Mei 2026, TMMD 128 Probolinggo tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memastikan kelompok rentan mendapatkan perlindungan dasar berupa hunian yang layak. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


