Advertisement
Indonesia Positif

Awas Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji pada Remaja Bikin Risiko Hipertensi

Dulu hipertensi dianggap penyakitnya orang tua. Sekarang? Banyak remaja SMP-SMA yang tekanan darahnya sudah di atas normal. Salah satu tersangka utamanya

TIMES Indonesia,
Awas Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji pada Remaja Bikin Risiko Hipertensi
Retno ayu oktavia,S.Tr.GzHp: 081249396589Jabatan: Anggota Sie Ilmiah Persagi DPC Banyuwangi.
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Dulu hipertensi dianggap penyakitnya orang tua. Sekarang? Banyak remaja SMP-SMA yang tekanan darahnya sudah di atas normal. Salah satu tersangka utamanya : Kebiasaan jajan makanan cepat saji. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa makanan cepat saji umumnya tinggi kalori, lemak jenuh, gula, dan garam, sehingga dapat meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, diabetes tipe 2, serta gangguan metabolik pada remaja (Kesehatan, 2025).

Mengapa remaja memilih makanan cepat saji ? Karena Makanan cepat saji dianggap lebih praktis, cepat disajikan, dan mudah ditemukan di berbagai lokasi, sehingga sesuai dengan aktivitas remaja yang padat mulai dari sekolah, organisasi, hingga kegiatan sosial. Selain itu, cita rasa makanan cepat saji yang.

Advertisement

Faktor internal seperti bosan dengan makanan rumah, ingin mencoba hal baru, serta kemudahan layanan pesan antar juga memperkuat kebiasaan tersebut (Prakoso et al. 2025).

Dari sisi kesehatan, dampaknya tidak bisa diabaikan begitu saja. Konsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak jenuh, gula, dan garam berpotensi menyebabkan peningkatan berat badan, obesitas, tekanan darah tinggi, serta gangguan metabolik seperti diabetes tipe 2 pada remaja.

Apabila kebiasaan ini terus berlanjut hingga jangka panjang, risiko kesehatan dapat terbawa hingga dewasa dan meningkatkan kemungkinan terkena penyakit tidak menular, seperti hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan gangguan metabolik lainnya.

Hipertensi adalah silent killer dan masih jadi masalah kesehatan besar di Indonesia. Remaja dengan gizi lebih punya risiko 70% jadi obesitas saat dewasa, padahal obesitas bikin risiko hipertensi naik 5 kali lipat.

Kok Bisa Fast Food Bikin Darah Tinggi?

Pertama garamnya kebangetan: Natrium berlebih bikin tubuh nahan air. Volume darah naik, pembuluh darah tertekan. Sistem renin-angiotensin juga aktif dan bikin pembuluh menyempit.

Advertisement

Kedua lemak jahat numpuk: LDL bisa naik 2x lipat. Lama-lama jadi plak, pembuluh darah sempit, tekanan naik. Ketiga kalori tinggi, gizi minim: Kenyang tapi kurang serat dari sayur buah. Padahal serat bantu jaga pembuluh darah tetap lentur.

Menariknya Studi IFLS-5 dengan 12.105 orang dewasa di Indonesia menemukan konsumsi fast food tidak berhubungan langsung secara signifikan dengan hipertensi. Penelitian lain juga bilang tidak ada hubungan asupan natrium dari western fast food dengan tekanan darah.

Kuncinya: sensitivitas tiap orang beda. Remaja yang punya riwayat hipertensi keluarga lebih sensitif garam. Faktor lain seperti kurang gerak, stres, dan genetik juga ikut main.

Jadi, Remaja Harus Gimana? Prinsipnya Boleh, Tapi Pintar
Batasi: Maksimal 1x seminggu, bukan tiap hari
Pilih-pilih: Ayam panggang dibanding ayam tepung, air putih dibanding soda
Imbangi: Habis jajan, perbanyak sayur buah sesuai Isi Piringku
Gerak 30 menit/hari: Jalan kaki, main bola, bantu ortu
Cek tensi rutin: Apalagi kalau ortu punya darah tinggi. Puskesmas gratis kok!

Kesimpulannya, boleh jajan, tapi jangan jadikan fast food sebagai makanan pokok. Ingat prinsip Isi Piringku dan aktif bergerak. Karena mencegah hipertensi sejak remaja sama dengan investasi jantung sehat sampai tua. 

*) Oleh : Retno Ayu Oktavia, S.Tr Gz

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia