TMMD 128 Probolinggo Salurkan Sembako di Tengah Pavingisasi
TMMD 128 Probolinggo salurkan bantuan sembako kepada warga Desa Brabe di sela pembangunan pavingisasi, perkuat kepedulian sosial.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
PROBOLINGGO – Pembangunan infrastruktur dalam TMMD 128 Probolinggo tidak berjalan sendiri. Di sela aktivitas fisik seperti pavingisasi jalan, intervensi sosial juga hadir menyasar kebutuhan langsung warga. Di Desa Brabe, pola ini terlihat melalui penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu.
Kegiatan yang berlangsung di Dusun Klagin RT 19 RW 07 pada Selasa (5/5/2026) itu dilakukan langsung di lokasi pengerjaan jalan. Pendekatan ini dinilai lebih efektif untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus memperkuat interaksi antara Satgas dan warga.
Komandan Kodim 0820 Probolinggo sekaligus Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono, memimpin langsung penyaluran bantuan. Ia didampingi Danramil 0820-21 Maron Kapten Arh Murianto dan Kepala Desa Brabe Sunardi.
Sebanyak tiga warga menjadi penerima bantuan, yakni Saputri (60), Supaida (45), dan Sunardi (50), yang selama ini masuk kategori rentan secara ekonomi. Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban kebutuhan harian mereka.
“Selain membangun infrastruktur, kami juga ingin hadir membantu warga secara sosial agar manfaat TMMD dirasakan secara menyeluruh,” ujar Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono.
Dalam perspektif pembangunan desa, integrasi antara program fisik dan nonfisik menjadi indikator keberhasilan intervensi. Bantuan sosial di tengah proyek infrastruktur menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya menyasar ruang, tetapi juga kondisi sosial masyarakat.
Kepala Desa Brabe, Sunardi, menilai langkah ini sebagai bentuk kepedulian nyata. Ia menyebut kehadiran TNI tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi warga.
Salah satu penerima, Mbah Putri (60), mengaku terbantu dengan bantuan yang diterima. Ia menyampaikan bahwa bantuan sembako sangat berarti di tengah keterbatasan ekonomi yang dihadapinya.
Dengan pendekatan yang menyentuh dua sisi sekaligus, TMMD 128 Probolinggo memperlihatkan bahwa pembangunan desa dapat berjalan lebih inklusif—menggabungkan percepatan infrastruktur dan penguatan ketahanan sosial. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


