Advertisement
Indonesia Positif

Di Balik TPT TMMD 128 Probolinggo, Anak Desa Brabe Belajar Siaga

TMMD 128 Probolinggo ajarkan siswa Desa Brabe mengenali tanda longsor di tengah pembangunan TPT demi keselamatan warga.

TIMES Indonesia,
Di Balik TPT TMMD 128 Probolinggo, Anak Desa Brabe Belajar Siaga
FOTO: TMMD 128 Kodim 0820 Probolinggo.
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

PROBOLINGGO Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dalam program TMMD 128 Probolinggo tidak hanya menghadirkan rasa aman secara fisik, tetapi juga membangun kesadaran baru di kalangan generasi muda. Di Dusun Klagin, Desa Brabe, anak-anak sekolah dasar kini mulai memahami risiko longsor yang selama ini mengintai lingkungan mereka.

Di sela aktivitas Satgas TMMD, interaksi sederhana terjadi ketika anggota TNI menyapa siswa yang pulang sekolah. Di pinggir jalan paving yang baru dibangun, mereka berdialog tentang bahaya tanah longsor—sebuah pendekatan yang lebih membumi dibandingkan sosialisasi formal.

Advertisement

Fenomena ini mencerminkan pergeseran pendekatan pembangunan desa, dari yang semula berfokus pada infrastruktur menjadi lebih humanis dan edukatif. Anak-anak tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari sistem kewaspadaan dini di lingkungan mereka.

Serma Tomi, anggota Satgas TMMD, menyampaikan bahwa edukasi ini dirancang agar mudah dipahami anak-anak. Ia menekankan pentingnya mengenali tanda bahaya sejak dini sebagai langkah pencegahan.

“Kalau ada tanah retak atau pohon miring, mereka harus segera lapor. Ini penting supaya tidak ada korban saat terjadi longsor,” katanya.

Sementara itu, pembangunan TPT sebagai solusi fisik terus berjalan dengan progres 70 persen. Infrastruktur ini dirancang untuk menahan tekanan tanah di kawasan perbukitan yang rawan erosi saat hujan deras.

Menariknya, siswa yang sebelumnya hanya melintasi jalan tersebut kini memiliki pemahaman baru tentang lingkungan mereka. Mereka mulai menyadari bahwa keselamatan tidak hanya bergantung pada bangunan, tetapi juga pada perilaku dan kewaspadaan.

Advertisement

Dalam konteks ini, TMMD 128 Probolinggo tidak sekadar membangun desa secara fisik, tetapi juga membentuk budaya siaga bencana. Sebuah pendekatan yang berpotensi memberikan dampak jangka panjang bagi ketahanan masyarakat desa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia