Advertisement
Indonesia Positif

Kolaborasi TMMD 128 Probolinggo Bangun Budaya Siaga Bencana

Sinergi BPBD, TNI, dan pemerintah desa dalam TMMD 128 Probolinggo dorong budaya siaga bencana di Kecamatan Maron.

TIMES Indonesia,
Kolaborasi TMMD 128 Probolinggo Bangun Budaya Siaga Bencana
FOTO: TMMD 128 Kodim 0820 Probolinggo.
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

PROBOLINGGO Pembangunan desa tidak lagi sekadar soal infrastruktur. Dalam Program TMMD 128 Probolinggo, pendekatan kolaboratif lintas sektor mulai diarahkan untuk membangun budaya siaga bencana di tengah masyarakat.

Salah satu implementasinya terlihat dalam kegiatan sosialisasi penanggulangan bencana yang digelar BPBD Kabupaten Probolinggo di Desa Brabe, Kecamatan Maron. Kegiatan ini mempertemukan unsur pemerintah, TNI, Polri, hingga perangkat desa dalam satu forum edukasi.

Advertisement

Kolaborasi ini menjadi penting, mengingat penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara kebijakan pemerintah, kesiapan aparat, dan kesadaran masyarakat.

Koordinator BPBD Rizal menyebut bahwa ancaman bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang masih menjadi risiko nyata di wilayah Probolinggo. “Penanganan bencana harus dimulai dari kesiapan masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis. Peserta diajak memahami langkah mitigasi, sistem pelaporan, hingga peran keluarga sebagai unit pertama dalam respons bencana.

Danramil 0820-21/Maron Kapten Arh Murianto menegaskan bahwa TMMD dirancang sebagai program terpadu yang menyentuh aspek sosial. “Kegiatan non fisik seperti ini bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat,” katanya.

Camat Maron Nurhafiva dan Kapolsek Maron Iptu Arif Nurdasoso turut hadir, memperkuat koordinasi lintas instansi. Sementara itu, Kepala Desa Brabe Sunardi menilai kegiatan ini sebagai investasi jangka panjang bagi keselamatan warga.

Advertisement

Dari perspektif pembangunan, edukasi kebencanaan menjadi bagian penting dalam menciptakan desa tangguh. Infrastruktur seperti tanggul atau drainase memang vital, tetapi tanpa kesiapan masyarakat, risiko tetap tinggi.

Melalui TMMD 128 Probolinggo, pola pembangunan desa mulai bergerak ke arah yang lebih komprehensif. Tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun kesadaran. Di sinilah fondasi budaya siaga bencana mulai dibentuk—dari desa, untuk keberlanjutan yang lebih luas. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia