Siaran 24 Jam Nonstop di Hari Jadi, MFM Buktikan Radio Tak Mati di Era Digital
MFM Malang rayakan HUT ke-24 dengan siaran 24 jam nonstop dan ekspansi digital, bukti radio tetap eksis di era modern.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Malang – Di tengah gempuran platform digital dan perubahan pola konsumsi media, sebuah langkah tak biasa dilakukan radio lokal asal Malang. Momentum ulang tahun ke-24 dijadikan titik pembuktian bahwa radio masih hidup, bahkan bisa lebih agresif dari sebelumnya.
Station Manager MFM, Yossi Beta Vinasari mengatakan, pihaknya resmi menjalankan siaran 24 jam nonstop sejak pukul 00.00 dini hari. Langkah ini bukan sekadar perpanjangan jam siaran, melainkan simbol eksistensi radio di era modern.
“Ini pembuktian bahwa radio itu berkembang dan tetap ada. Kita ingin masyarakat tahu bahwa radio masih eksis,” ujar Yossi, Rabu (6/5/2026).
Sebelumnya, MFM hanya mengudara selama 18 jam, mulai pukul 06.00 hingga tengah malam. Penambahan enam jam siaran menjadi 24 jam penuh dinilai sebagai tantangan baru, terutama dari sisi kesiapan sumber daya manusia.
Menurut Yossi, kekuatan utama ada pada kualitas dan stamina para penyiar. Untuk menjaga performa, siaran dibagi dalam beberapa shift, sehingga beban kerja tidak bertumpu pada satu orang.
“Kalau satu penyiar 24 jam tentu berat. Jadi kita bagi shift, masing-masing tiga jam,” ungkapnya.
Tak hanya siaran radio konvensional, MFM juga mengintegrasikan platform digital dengan melakukan live streaming di TikTok selama 24 jam penuh. Strategi ini menjadi cara untuk menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya generasi muda.
Langkah ini terinspirasi dari tren konten maraton yang sempat viral, seperti yang dilakukan kreator digital dengan siaran berdurasi panjang hingga memecahkan rekor. Namun, MFM mengadaptasinya dengan pendekatan kolaboratif antarpenyiar.
Menariknya, program ini juga mendapat dukungan dari sesama pelaku industri radio. Sejumlah rekan dari berbagai stasiun turut hadir memberikan semangat, menandakan solidaritas di tengah kompetisi media.
“Banyak teman-teman radio yang datang dan saling support. Ini jadi energi tambahan bagi kami,” katanya.
Dengan konsep siaran tanpa henti ini, MFM tak hanya merayakan usia, tetapi juga mengirim pesan kuat, radio belum kehilangan tempatnya.
“Kami justru berevolusi, menyatu dengan dunia digital, dan terus mencari cara untuk tetap relevan di telinga pendengar,” ucapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


