Mahasiswa ISI Yogyakarta Pameran Kolaborasi Seni Rupa, Soroti Perubahan Era Digital dan Isu Buruh
Mengangkat semangat May Day, pameran ini menyoroti isu-isu ketenagakerjaan.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Bantul – Sejumlah mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang tergabung dalam Kolektif PARKIRLIAR! menghadirkan pameran kolaborasi seni rupa bertajuk Transformasi Tanpa Transisi yang berlangsung pada 1–5 Mei 2026 di SURVIVE! Garage, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pameran ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian Delapan Pameran Seni Visual Tata Kelola Seni Yogyakarta sekaligus proses pembelajaran akademik mahasiswa Program Studi S1 Tata Kelola Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ISI Yogyakarta.
Pameran yang dikuratori oleh Nabil Hajid Pranata ini dibuka secara resmi pada Selasa, (5/5/2026) oleh seniman Arahmaiani. Dalam sambutannya, Arahmaiani menekankan pentingnya seni sebagai medium refleksi atas perubahan sosial yang berlangsung cepat di era digital.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh Mikke Susanto, dosen Tata Kelola Seni dan Trisna Pradita Putra, Ketua Jurusan Tata Kelola Seni. Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan tur galeri bersama kurator yang mengajak pengunjung memahami konteks dan gagasan di balik karya-karya yang dipamerkan.
Pameran ini melibatkan seniman lintas generasi, di antaranya Dewi Muliasari, Loka, Dani Dewa Datu, Bobdisorder, Atmosmile, Pangestumu, Bima Batutama, Arya Pandjalu, Totok Buchori, Arahmaiani, Soenarto Pr., Wahdi Sumanto, dan Sudarmi Ds. Melalui beragam medium dan pendekatan artistik, para seniman menghadirkan refleksi kritis terhadap transformasi dari era fisik ke digital yang terjadi tanpa jeda adaptasi.

Mengangkat semangat May Day, pameran ini menyoroti isu-isu ketenagakerjaan, termasuk peran-peran tak terlihat, ketimpangan, serta dinamika kehidupan buruh di tengah percepatan teknologi.
Karya-karya yang ditampilkan mengajak publik untuk memahami dampak perubahan tersebut secara lebih mendalam, baik dari sisi sosial maupun kultural.
Selain pameran karya, kegiatan pembukaan juga dimeriahkan oleh pertunjukan seni, termasuk performans art oleh Sobri serta pertunjukan musik dari Hendrick Pangkale, Khaemr, dan Mario. Rangkaian acara ini memberikan pengalaman yang lebih imersif bagi pengunjung.
Pameran yang dibuka untuk umum setiap hari pukul 13.00–21.00 WIB ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari masyarakat. Sekira 200 pengunjung hadir pada hari pembukaan, dengan total lebih dari 400 pengunjung hingga pameran berakhir. Jumlah ini melampaui target awal penyelenggara yang menetapkan 300 pengunjung.
Kolektif PARKIRLIAR! menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pameran ini menunjukkan tingginya minat publik terhadap praktik seni rupa yang tidak hanya berorientasi estetika, tetapi juga mengangkat kesadaran sosial dan pengalaman kolektif masyarakat.
Melalui Transformasi Tanpa Transisi, penyelenggara berharap pameran ini dapat menjadi kontribusi nyata dalam memperluas wacana seni rupa kontemporer, sekaligus membuka ruang dialog yang lebih inklusif bagi publik. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


