Advertisement
Indonesia Positif

Khidmah Muslimat NU Banyuwangi : Menjaga Nafas Peradaban Melalui Spiritualitas dan Hidup Sehat

Kepercayaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, yang menempatkan Muslimat NU sebagai mitra strategis dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) 2026 disambut sebagai amanah besar. Bagi organisasi perempuan nahdliyin ini, sinergi

TIMES Indonesia,
Khidmah Muslimat NU Banyuwangi : Menjaga Nafas Peradaban Melalui Spiritualitas dan Hidup Sehat
Kegiatan Muslimat NU Banyuwangi. (FOTO: Dokumentasi TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANYUWANGI Kepercayaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, yang menempatkan Muslimat NU sebagai mitra strategis dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) 2026 disambut sebagai amanah besar. Bagi organisasi perempuan nahdliyin ini, sinergi tersebut bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan manifestasi nyata dari nilai ibadah dan pengabdian.

Wakil Ketua PC Muslimat NU Banyuwangi, Dr. Emi Hidayati, menegaskan bahwa keterlibatan Muslimat NU dalam Cetak Biru Kolaborasi Lintas Sektor merupakan kehormatan yang berakar pada nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Advertisement

"Kami mengapresiasi langkah pemerintah. Sinergi ini menempatkan kesehatan sebagai pondasi utama dalam menjalankan khidmah kepada umat. Muslimat NU hadir sebagai garda terdepan pengabdian di basis Jam’iyyah," katanya, Kamis (7/5/2026).

Khidmah Muslimat NU di sektor Kesehatan, masih Emi, memiliki akar teologis yang kuat melalui prinsip Maqashid Syariah. Fokus utamanya adalah Hifzhun Nafs (menjaga jiwa) dan Hifzhun Nasl (menjaga keturunan).

Akademisi Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) tersebut menjelaskan bahwa memastikan keturunan yang sehat adalah perintah agama. Al-Qur'an secara eksplisit membimbing pola asuh ideal, termasuk perintah menyusui anak hingga dua tahun penuh (Radha’ah).

"Ini adalah langkah pertama membangun imunitas dan karakter generasi tangguh. Komitmen kami jelas, yakni mencegah lahirnya Dhurriyatan Dhi'afan, keturunan yang lemah secara fisik maupun ekonomi, sebagaimana diperingatkan dalam Surah An-Nisa ayat 9," jelasnya.

Dedikasi Muslimat NU Banyuwangi sejatinya telah teruji sejak era 90-an melalui program Safari Sakinah dan Bina Balita untuk menekan angka kematian ibu dan anak. Namun, saat ini tantangan bergeser pada Transisi Epidemiologi. Ancaman nyata saat ini adalah lonjakan Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti stroke, jantung, dan diabetes akibat pola hidup sedenter (kurang gerak). Kondisi ini dinilai mengancam produktivitas umat secara jangka panjang.

Advertisement

"Menghadapi ini, Muslimat NU bertransformasi dengan tetap memegang teguh spiritualitas. Kami menggerakkan jamaah melalui pendekatan kultural Majlis Taklim, menyisipkan pesan hidup sehat di antara doa dan zikir," kata Dr. Emi.

Muslimat NU Banyuwangi telah menyiapkan agenda unggulan untuk mengawal GERMAS 2026. Yakni melalui Mustika Segar (Muslimat Cantik Sehat dan Bugar), dengan mengaktifkan aktivitas fisik rutin di setiap ranting untuk memutus rantai PTM. Mustika Darling (Muslimat Cantik Sadar Lingkungan), yaitu implementasi Annadhofatu Minal Iman melalui penjagaan sanitasi.

Kesehatan Keluarga dan Kolaborasi RSNU, lewat edukasi gizi dan akses medis valid melalui sinergi dengan Rumah Sakit NU. Sinergi Fortifikasi Pangan, atau kolaborasi dengan PW Muslimat Jatim untuk pemenuhan nutrisi demi menghapus stunting.

Pertemuan koordinasi yang dijadwalkan pada 8 Mei 2026 diharapkan menjadi titik tolak penguatan sinergi antara regulasi pemerintah dan kekuatan spiritual jamaah.

"Kami optimis GERMAS akan menjadi gaya hidup yang mendarah daging. Muslimat NU akan terus berkhidmah, menjaga setiap tarikan nafas peradaban agar bangsa ini tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga tangguh dan berdaulat secara rohani," tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syamsul Arifin
PenulisSyamsul ArifinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2016. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia