LPPM UMAIN Bangun Kolaborasi dengan Disperindag Kabupaten Malang Perkuat UMKM Desa
Kolaborasi antara LPPM UMAIN dan Disperindag Kabupaten Malang diharapkan dapat menjadi model sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam membangun ekonomi masyarakat berbasis potensi desa.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Malang – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Modern Al Rifa’ie Indonesia (UMAIN) mulai membangun kolaborasi strategis dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang dalam penguatan UMKM berbasis desa binaan.
Langkah tersebut ditandai melalui kunjungan Kepala LPPM UMAIN, Kemala Hasanah, ke kantor Disperindag Kabupaten Malang di Kepanjen, Selasa (5/5/2026). Dalam kunjungan itu, Kemala didampingi Fifi dari Bagian Kemahasiswaan dan Alumni UMAIN.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM di wilayah pedesaan.
Kedatangan rombongan LPPM UMAIN disambut staf bagian Penyuluhan Perindustrian dan Perdagangan, Yuni Hayati, sebelum kemudian melakukan dialog bersama Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Astri Lutfiatunnisa.
Dalam pertemuan itu, LPPM UMAIN memaparkan konsep Program Inkubator UMKM Desa Binaan yang dirancang sebagai model pendampingan berkelanjutan bagi pelaku usaha mikro di desa.
Kepala LPPM UMAIN, Kemala Hasanah, mengatakan program tersebut merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus mampu hadir memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat, termasuk dalam pengembangan ekonomi desa.
“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan peran perguruan tinggi yang lebih konkret dalam mendampingi UMKM, tidak hanya pada aspek pelatihan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan hingga usaha benar-benar berkembang,” ujar Kemala.
Ia menjelaskan, UMKM di wilayah pedesaan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari lemahnya manajemen usaha, branding produk yang belum optimal, hingga keterbatasan pemanfaatan teknologi digital.
Karena itu, pendekatan inkubator berbasis pendampingan dinilai menjadi strategi yang lebih efektif dibanding program pelatihan jangka pendek semata.
Melalui program tersebut, LPPM UMAIN merancang pendampingan yang mencakup pelatihan usaha, penguatan digital marketing, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM desa.
Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Astri Lutfiatunnisa, menyambut baik inisiatif kolaborasi yang dibangun LPPM UMAIN.
Menurut Astri, keterlibatan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem UMKM daerah, terutama dalam menghadirkan inovasi dan pendampingan berbasis keilmuan.
“Kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti ini sangat kami butuhkan. Program inkubator UMKM berbasis pendampingan berkelanjutan sejalan dengan upaya kami dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM di Kabupaten Malang,” katanya.
Ia menilai, penguatan UMKM tidak cukup dilakukan hanya melalui bantuan administratif atau pelatihan sesaat. Dibutuhkan proses pendampingan yang berkelanjutan agar pelaku usaha benar-benar mampu berkembang dan mandiri.
Karena itu, Disperindag Kabupaten Malang membuka ruang kolaborasi bersama perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis masyarakat desa.
Rencana kerja sama tersebut selanjutnya akan diarahkan pada implementasi program di lapangan, mulai dari pelatihan, pendampingan usaha, penguatan pemasaran digital hingga pengembangan akses pasar.
Kolaborasi antara LPPM UMAIN dan Disperindag Kabupaten Malang diharapkan dapat menjadi model sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam membangun ekonomi masyarakat berbasis potensi desa.
Selain memperkuat kapasitas pelaku UMKM, program tersebut juga diharapkan mampu melahirkan usaha-usaha desa yang lebih inovatif, mandiri, dan memiliki daya saing di tengah perkembangan ekonomi digital. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

