Advertisement
Indonesia Positif

Dorong Mahasiswa Bangun Bisnis Ramah Lingkungan, FIA UB Gelar FUSION 2026

Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) kembali melanjutkan rangkaian kegiatan FUSION 2026: FIA SDG Summer Camp 2026 - Innovation and Impact.

TIMES Indonesia,
Dorong Mahasiswa Bangun Bisnis Ramah Lingkungan, FIA UB Gelar FUSION 2026
Kegiatan FUSION 2026: FIA SDG Summer Camp 2026 - Innovation and Impact dengan narasumber CEO Necerel Indonesia, Lilyan Puspita Ningrum, SS., MBA. (FOTO: Istimewa)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Dalam rangka mendorong penguatan kapasitas generasi muda dalam membangun bisnis berkelanjutan sekaligus memperluas peluang UMKM lokal menuju pasar internasional, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) kembali melanjutkan rangkaian kegiatan FUSION 2026: FIA SDG Summer Camp 2026 - Innovation and Impact.

Kegiatan yang diselenggarakan melalui kolaborasi International Relations Office (IRO) dan Departemen Administrasi Bisnis tersebut menghadirkan CEO Necerel Indonesia, Lilyan Puspita Ningrum, SS., MBA., sebagai narasumber utama.

Advertisement

Dalam sesi pertama bertajuk Green Business Models for the Next Generation of Entrepreneurs, peserta diajak memahami pentingnya transisi dari ekonomi linear menuju ekonomi sirkular berbasis prinsip reuse, recycle, dan regenerate. Diskusi yang dipandu Inggang Perwangsa Nuralam, Ph.D ini menyoroti pentingnya keseimbangan antara aspek people, planet, dan profit melalui konsep Triple Bottom Line.

Lilyan menjelaskan, penerapan bisnis ramah lingkungan masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari rantai pasok hingga risiko greenwashing. Karena itu, ia menekankan pentingnya transparansi dan inovasi berbasis potensi lokal.

“Prinsip lean business juga penting diterapkan agar efisiensi biaya dan kredibilitas usaha dapat berjalan beriringan,” ujarnya.

Sementara itu, pada sesi kedua yang bertajuk From Local to Global: Internationalization Strategies for MSMEs yang dimoderatori Alif Ramadhani, M.Par., berfokus pada strategi internasionalisasi UMKM.

Menurut Lilyan, keberhasilan UMKM menembus pasar global tidak hanya ditentukan oleh kemampuan ekspor, tetapi juga konsistensi branding, kemampuan membangun storytelling, dan kekuatan identitas lokal.

Advertisement

Ia pun menambahkan, platform digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat nilai pembeda produk lokal agar mampu bersaing di pasar internasional.

Melalui kegiatan ini, FIA UB menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan bisnis berkelanjutan sekaligus strategi internasionalisasi UMKM. Program tersebut juga selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang penguatan kapasitas UMKM yang produktif dan berdaya saing sejalan, SDG 9 terkait dorongan inovasi model bisnis dan teknologi digital, SDG 12 mengenai penerapan ekonomi sirkular yang meminimalkan limbah selaras, serta SDG 17 tentang perwujudan kolaborasi aktif lintas sektor antara akademisi dan praktisi industri. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia