PSDKU UB Kediri Kembangkan Inovasi Vaksin Pakan Ikan Lele
PSDKU Universitas Brawijaya Kediri mengembangkan inovasi vaksin feed based atau vaksin berbasis pakan untuk ikan.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
kediri – PSDKU Universitas Brawijaya Kediri menegaskan perannya sebagai penghubung antara riset akademik dan kebutuhan masyarakat melalui pengembangan inovasi vaksin feed based atau vaksin berbasis pakan untuk ikan.
Inovasi vaksin berbahan alami ini dirancang sebagai solusi praktis untuk menekan tingginya angka kematian pada tahap pembenihan ikan lele, sekaligus mengurangi ketergantungan pembudidaya terhadap antibiotik. Hasil uji coba menunjukkan bahwa inovasi ini efektif meningkatkan ketahanan ikan serta mudah diaplikasikan dalam sistem budidaya sehari-hari.
Penelitian dilakukan oleh dosen Akuakultur PSDKU UB Kediri Renanda Baghaz Dzulhamdhani Surya Putra, S.Pi., M.P., bersama tim peneliti dalam skema Program Bestari Saintek. Penelitian ini juga didukung oleh sejumlah mitra PSDKU UB Kediri, yakni Dinas Perikanan, Bappeda, Brinda Kabupaten Kediri, serta Asosiasi Pengusaha Catfish Kediri (APCK).
Komitmen dukungan itu ditegaskan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2026 lalu.
"Kekuatan utama dari kolaborasi ini tidak hanya terletak pada aspek penelitian, tetapi juga pada implementasi nyata melalui program pemberdayaan masyarakat. Sejalan dengan itu, tim yang sama juga menjalankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Program BIMA skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat," ujar
Direktur PSDKU UB Kediri Prof. Dr. Ir. Sholeh Hadi Pramono, M.S, Jumat, (08/05/2026).
Penandatanganan PKS ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi titik awal dari kolaborasi berkelanjutan yang terstruktur, mulai dari perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi dampak di lapangan.
Melalui kerja sama ini, masing-masing pihak memiliki peran yang saling melengkapi—mulai dari dukungan kebijakan, fasilitasi program, hingga implementasi langsung kepada masyarakat pembudidaya.
"Program pemberdayaan ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya para pembudidaya, melalui pendampingan, transfer teknologi, serta penguatan kelembagaan kelompok," tambahnya.
Direktur PSDKU UB Kediri mengungkapkan, sinergi antara riset dan pengabdian, inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada skala laboratorium, tetapi benar-benar diadopsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas.
"Melalui skema PKS yang terintegrasi ini, alur hilirisasi inovasi menjadi lebih jelas—dimulai dari pengembangan teknologi di kampus, dilanjutkan dengan uji coba lapangan bersama mitra, hingga penerapan langsung oleh masyarakat dengan pendampingan berkelanjutan," jelas Prof. Dr. Ir. Sholeh Hadi Pramono lagi.
Pendekatan, dituturkannya, diharapkan mampu menciptakan ekosistem perikanan budidaya yang lebih mandiri, efisien, dan berdaya saing.
"PSDKU UB Kediri optimistis bahwa kolaborasi multipihak ini akan memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam peningkatan produktivitas sektor perikanan, tetapi juga dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat lokal," tukasnya.
Ia juga menegaskan kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan kesejahteraan pembudidaya, SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui praktik budidaya yang lebih aman tanpa ketergantungan antibiotik, SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peran aktif perguruan tinggi dalam riset dan pengabdian, serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). "Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


