Duduk Bersila di Ladang Jagung, Dansatgas TMMD 128 Gresik Serap Aspirasi Petani
Di tengah hamparan ladang jagung Dusun Lingsir, Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, suasana berbeda terlihat dalam pelaksanaan TMMD ke-128 Kodim 0817/Gresik. Tidak ada podium, tidak ada jarak formal.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
GRESIK – Di tengah hamparan ladang jagung Dusun Lingsir, Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, suasana berbeda terlihat dalam pelaksanaan TMMD ke-128 Kodim 0817/Gresik. Tidak ada podium, tidak ada jarak formal. Yang tampak justru obrolan sederhana penuh kehangatan antara Dansatgas TMMD Letkol Inf Fadly Subur Karamaha dengan seorang petani sepuh bernama Mbah Gimin.
Keduanya duduk bersila di atas rerumputan, berbincang santai tentang pertanian, kondisi cuaca, hingga harapan warga terhadap pembangunan desa. Momen tersebut menjadi gambaran bagaimana program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
Dengan caping sederhana yang dikenakannya, Mbah Gimin tampak antusias menceritakan kehidupan sehari-harinya sebagai petani yang telah puluhan tahun menggarap lahan di Desa Slempit.
“Alhamdulillah sekarang jalannya mulai bagus, akses ke sawah juga lebih mudah. Semoga hasil panen warga nanti ikut meningkat,” ujar Mbah Gimin, Jumat (8/5/2026).
Obrolan ringan itu menjadi ruang bagi warga menyampaikan langsung dampak pembangunan yang tengah berjalan melalui TMMD 128 Gresik. Infrastruktur jalan dan akses pertanian menjadi kebutuhan utama masyarakat yang selama ini memengaruhi aktivitas distribusi hasil panen.
Letkol Inf Fadly mengatakan, komunikasi langsung dengan masyarakat penting dilakukan agar program pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan warga desa.
“ Kami ingin hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung apa yang dirasakan warga. Dari obrolan sederhana seperti ini, kami tahu apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat desa,” katanya.
Ia menegaskan, petani memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Karena itu, pembangunan infrastruktur desa melalui TMMD diharapkan mampu memperkuat produktivitas pertanian masyarakat.
Kehangatan pertemuan di tengah ladang jagung tersebut memperlihatkan sisi humanis TMMD. Bahwa pembangunan desa bukan hanya soal beton dan jalan, tetapi juga tentang mendengar harapan rakyat secara langsung.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


