Advertisement
Indonesia Positif

Cerita Mbah Gimin dan Harapan Petani di Balik TMMD 128 Gresik

Terik matahari siang itu tak menghalangi obrolan hangat di tengah ladang jagung Dusun Lingsir, Desa Slempit, Kecamatan Kedamean. Seorang petani sepuh bernama Mbah Gimin duduk santai bersama Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Sub

TIMES Indonesia,
Cerita Mbah Gimin dan Harapan Petani di Balik TMMD 128 Gresik
Pertemuan Dansatgas TMMD 128 Gresik dengan petani sepuh di Desa Slempit menghadirkan cerita humanis tentang harapan pembangunan desa.
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

GRESIK Terik matahari siang itu tak menghalangi obrolan hangat di tengah ladang jagung Dusun Lingsir, Desa Slempit, Kecamatan Kedamean. Seorang petani sepuh bernama Mbah Gimin duduk santai bersama Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha.

Tanpa protokoler resmi, keduanya berbincang sederhana di atas rerumputan. Dari soal cuaca, hasil panen, hingga perubahan yang mulai dirasakan warga sejak program TMMD berjalan di desa mereka.

Advertisement

Mbah Gimin yang telah puluhan tahun menjadi petani di Desa Slempit mengaku mulai merasakan dampak pembangunan infrastruktur desa, terutama akses jalan menuju area pertanian.

“Alhamdulillah sekarang jalannya mulai bagus, akses ke sawah juga lebih mudah. Semoga hasil panen warga nanti ikut meningkat,” katanya dengan wajah penuh harap.

Bagi warga desa, jalan pertanian bukan sekadar akses biasa. Kondisi jalan sangat menentukan kelancaran distribusi hasil panen dan aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

Momen pertemuan itu sekaligus menunjukkan pendekatan humanis dalam program TMMD 128 Gresik. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya untuk membangun fasilitas fisik, tetapi juga mendengar langsung suara rakyat.

“ Kami ingin hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung apa yang dirasakan warga. Dari obrolan sederhana seperti ini, kami tahu apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat desa,” ujar Letkol Inf Fadly.

Advertisement

Ia menambahkan bahwa sektor pertanian menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan TMMD, karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat desa dan ketahanan pangan.

Di balik pembangunan jalan, irigasi, dan fasilitas desa lainnya, TMMD menghadirkan ruang interaksi yang mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Obrolan sederhana di ladang jagung itu menjadi simbol bahwa pembangunan yang baik selalu dimulai dari mendengar kebutuhan rakyat.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia