Lapas Banyuwangi Gelar Razia dan Tes Urin Massal, Pastikan Bebas Narkoba dan HP Ilegal
Lapas Banyuwangi menggelar razia kamar hunian dan tes urin massal bersama TNI, Polri, dan BNNK untuk memastikan lingkungan lapas bebas narkoba dan HP ilegal.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
BANYUWANGI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi bergerak cepat membuktikan komitmennya usai pelaksanaan Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan. Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Lapas Banyuwangi menggelar razia besar-besaran di kamar hunian serta tes urin massal bagi warga binaan dan pegawai, Jumat (8/5/2027).
Kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan lapas yang steril dari barang terlarang. Dalam pelaksanaannya, Lapas Banyuwangi menggandeng aparat penegak hukum (APH) dari unsur TNI Kodim 0825 Banyuwangi, Polresta Banyuwangi, serta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi.
Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, menegaskan keterlibatan lintas instansi tersebut merupakan langkah strategis untuk menjamin transparansi, mengoptimalkan hasil penggeledahan, serta memastikan situasi tetap kondusif selama proses berlangsung.
“Kegiatan ini adalah langkah konkret untuk memantapkan komitmen kami menjadikan Lapas Banyuwangi benar-benar bebas dan bersih dari narkoba. Kami sengaja mengundang rekan-rekan dari TNI, Polri, dan BNNK untuk bersama-sama melakukan pengawasan,” ujar Solichin.
Operasi penggeledahan menyasar sejumlah kamar hunian di tiga blok berbeda yang dipilih secara acak. Selama kurang lebih dua jam, petugas gabungan melakukan penyisiran intensif di setiap sudut ruangan guna mencari barang-barang terlarang.
Berdasarkan hasil penggeledahan, Solichin menyebut tim gabungan tidak menemukan narkotika maupun perangkat telepon seluler di dalam kamar hunian.
“Dari penggeledahan tadi, hasilnya nihil untuk handphone dan narkoba. Petugas hanya menyita beberapa barang yang dinilai berpotensi menyebabkan gangguan keamanan dan ketertiban,” tuturnya.
Selain penggeledahan fisik, Lapas Banyuwangi juga melaksanakan tes urin sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkotika. Tes dilakukan secara sampling terhadap 105 warga binaan dan 10 pegawai lapas.
“Hasilnya seluruh sampel dinyatakan negatif,” katanya.
Solichin menegaskan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala melalui razia mendadak dan tes urin rutin guna memastikan tidak ada celah masuknya barang terlarang ke lingkungan pemasyarakatan.
“Tujuan jangka panjang kami jelas, yakni memastikan Lapas Banyuwangi selalu dalam kondisi aman dan tertib. Dengan lingkungan yang bersih dari halinar, program pembinaan bagi warga binaan dapat berjalan optimal,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


