Anggota DPR Bambang Haryo Dorong Wisata Kampung Kue Surabaya Bangkit Lagi
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong Kampung Kue di Kelurahan Kali Rungkut Surabaya kembali bangkit sebagai kawasan wisata.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
SURABAYA – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong Kampung Kue di Kelurahan Kali Rungkut Surabaya kembali bangkit sebagai kawasan wisata.
Perkampungan ini merupakan sentra kuliner legendaris sebagai pusat produksi sekaligus distribusi berbagai macam jenis kue tradisional.
Dalam kunjungan di lokasi tersebut, Bambang Haryo menyapa para pelaku UMKM yang sangat bersemangat menyampaikan harapan agar kampung ini kembali berdaya.
Karena setiap harinya, ratusan ibu rumah tangga memproduksi puluhan jenis kue hingga jajanan pasar dengan harga murah. Namun sekarang, pamor kampung sebagai destinasi wisata agak meredup akibat keterbatasan fasilitas.
"Di Kampung Kue ini ada 68 pedagang. Menurut informasi Ibu Ketua, kampung ini pernah bergemerlapan sangat luar biasa," kata Bambang Haryo, Jumat (8/5/2026).
Warga setempat berharap suasana di Kampung Kue kembali hidup sebagai kawasan wisata lengkap dengan fasilitas seperti toilet umum hingga kursi tempat bersantai pengunjung layaknya tempat wisata. Gayung bersambut, Bambang Haryo meluluskan beberapa di antara permintaan tersebut.
"Saya ingin Kampung Kue ini bisa berkembang. Pedagang-pedagangnya bisa naik kelas dari pedagang kecil, menengah, terus siapa tahu jadi konglomerat," sambungnya.
Ketua Kapoksi Komisi VII DPR RI yang membidangi salah satunya pariwisata ekonomi kreatif ini menyatakan, pemerintah pusat memiliki banyak sekali program bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah seperti pedagang kudapan. Mereka berkesempatan mendapat bantuan modal dengan bunga rendah tanpa agunan hingga pinjaman maksimal Rp100 juta.
"Terutama kuliner ini diberi perhatian khusus sama Pak Prabowo. Jadi bisa pinjam KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan bunga yang sangat murah," tandasnya.
"Bunga KUR yang tadinya 6 persen, nanti kemungkinan besar satu tahun lagi akan diturunkan menjadi tinggal 3 persen," sambungnya.
Di sisi lain, Bambang Haryo juga menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan kontrol ketat terhadap harga minyak goreng di pasaran.
Minyak ini merupakan salah satu bahan utama pembuatan kue seperti donat, perut ayam, serta lainnya. Bambang mengimbau agar para pelaku UMKM tak perlu khawatir karena pemerintah akan selalu hadir.
Apabila mereka menemukan harga jual minyak bersubsidi merek Minyakita melebihi harga eceran tertinggi di pasaran, ia tak segan akan menindaklanjuti serta berpotensi terkena delik hukum.
"Kalau ada lebih dari itu akan kita proses, harganya harus Rp15.700,- nggak boleh lebih, karena itu menggunakan duit APBN. Jadi, anggaran subsidi untuk Minyakita itu pakai duitnya rakyat," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bambang Haryo juga memberikan bantuan 10 unit CCTV di dua gang kawasan Kampung Kue, 3 unit tabung alat pemadam kebakaran, serta uang tunai sebesar Rp10.000.000 untuk pengembangan fasilitas di Kampung Kue agar lebih meriah dan cantik.
"Saya menginginkan kampung ini menjadi Kampung Kue yang diminati oleh konsumen seluruh masyarakat Surabaya maupun lingkungan di sekitar kawasan Kota Surabaya," ucapnya.
Ketua Kampung Kue Rungkut, Choirul Mahpuduah merasa bersyukur atas perhatian dari Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono. Ia merupakan pendiri sekaligus perintis sentra UMKM kue basah ini sejak 2001.
"Kampung Kue adalah salah satu destinasi wisata di Kota Surabaya, ketika lebih gemerlap, orang berkunjung akan senang, apalagi jika ada tempat duduk-duduk, ada mushala, ada MCK umum," ucapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


